klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sejumlah SMP di Kabupaten Tulungagung Tidak Diminati Calon Siswa

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - 48 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Tulungagung telah menyelesaikan penerimaan siswa baru jalur zonasi.

Hingga pada penutupan jalur zonasi pada Senin (20/06/2022) kemarin, terdapat sejumlah SMP yang mendapatkan siswa dalam jumlah yang sangat sedikit.

Diantaranya adalah SMP Negeri Satu Atap Sendang yang mendapatkan 13 siswa dari pagu 32 siswa, kemudian SMP Negeri 2 Rejotangan yang mendapatkan 4 siswa dari pagu sebanyak 64 siswa, dan SMP Negeri 3 Bandung yang hanya mendapatkan 1 siswa dari pagu sebanyak 128 siswa.

Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Syaifudin Zuhri mengatakan, masih ada satu tahap lagi yang bisa dimanfaatkan oleh calon siswa untk mendapatkan sekolah, sekaligus bisa dimanfaatkan sekolah untuk memenuhi pagu mereka.

Yakni pendaftaran gelombang kedua yang akan dimulai pada 24 sampai 25 Juni 2022 mendatang.

"Kita masih ada gelombang kedua yang bisa dimanfaatkan oleh calon siswa untuk mendapatkan sekolah," ujarnya pada Selasa (21/06/2022).

Pada tahap tersebut, siswa bisa memanfaatkan sekolah dengan pagu yang masih memiliki sisa, untuk bisa dimaksimalkan.

Zuhri menjelaskan, dalam tahap tersebut diharapkan pagu yang belum terisi bisa segera terisi dan dimaksimalkan.

Apalagi masih ada sekitar 1900 calon siswa yang sampai saat ini belum mendapatkan sekolah dan gagal saat mengikuti jalur Zonasi.

"Data di kami itu masih ada lebih kurang 1900 calon siswa yang belum dapat sekolah karena zonasi kemarin, harapannya tahap kedua bisa dimaksimalkan,"terangnya.

Kendati sampai pelaksanaan tahun ajaran baru nanti hanya ada 1 siswa baru, Zuhri memastikan akan tetap menggelar tahun ajaran baru di sekolah tersebut.

"Kalau kita merger sekolah itu juga bukan pekerjaan mudah,karena kita harus mikir juga untuk siswa kelas 2 dan 3 nya nanti bagaimana, kita walaupun hanya satu tetap akan ada tahun ajaran baru, tapi kami yakin nanti mendekati tahun ajaran baru, pasti ada tambahan dan jumlahnya signifikan,"pungkasnya.(mkr) 

Editor :