KLIKJATIM.Com | Gresik — Target pendapatan dari sektor retribusi parkir tepi jalan umum tampaknya akan sulit terpenuhi tahun ini. Pasalnya, dari target keseluruhan retribusi parkir Rp 9 miliar, baru terealisasi Rp 1 miliar atau 11,38 persen.
Saat ini terdapat 116 titik parkir non tunai tersebut. Banyaknya titik tersebut dimaksudkan untuk mendongkrak pendapatan dan menekan angka kebocoran parkir.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Gresik Joyo Prawoto mengatakan, untuk mensukseskan penerapan sistem non tunai ini ada tiga unsur pendukung.
Yakni masyarakat, juru parkir (jukir) dan pemerintah. Namun, dalam perjalanannya pihaknya juga melakukan monitoring dan evaluasi. Di lapangan diketahui masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan sistem cashless ini.
Sebetulnya, masyarakat yang terkendala dengan aplikasi pembayaran online ini bisa menggunakan smartphone milik jukir. Menurut Joyo, hal ini masih belum dilakukan secara maksimal.
"Kedepan akan kami perbaiki terus," ucap Joyo.
Selain sistem cashless, parkir tepi jalan di Gresik juga masih menggunakan sistem lama yakni bayar tunai. Namun dilihat dari pendapatan hingga akhir Mei juga masih minim yakni Rp 864.953.393.
Joyo menyebut, rendahnya pendapatan dari parkir tepi jalan umum ini diduga masih banyak terjadi kebocoran. Pihaknya akan melakukan evaluasi kenapa capaian pendapatan masih jauh dari target.
"Nanti akan kami evaluasi, apakah kebocoran di lapangan masih besar atau bagaiman," ujarnya.
Terpisah, anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi mengatakan, dalam APBD Tahun 2022, target PAD dari parkir di tepi jalan umum sebesar Rp 9 miliar. Tingginya target parkir tepi jalan umum ini sebelumnya pernah dikaji.
"Potensi pendapatan bisa mencapai Rp 27 miliar pertahun dengan catatan retribusi parkir ini ditangani sendiri oleh Dishub dengan mempekerjakan tim dan para juru parkir yang bekerja secara profesional serta didukung semua kebutuhan oleh pemerintah daerah," ujarnya.
Maka, sambung Hamdi, target rasional dari retribusi parkir tepi jalan seharusnya bisa Rp 20 miliar pada tahun 2022 nanti. Namun dirasionalisasi menjadi Rp 9 miliar. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar
Nelayan Jember Hiolang Tersapu Ombak Pantai Watu Ulo
Seorang nelayan dilaporkan tersapu ombak saat memancing di kawasan Pantai Bukit Suroyo, Watu Ulo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Rabu (29/4/2026).…
Polres Malang Ungkap Motif Pembakaran Gudang Rokok Suket Teki
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Malang Kota mengungkap kasus kebakaran gudang rokok milik PT Gaganeswara atau Suket Teki Jalan Mayjend Sungkono Ke…
Dukung Ekonomi Digital, PLN Rampungkan Infrastruktur Listrik Data Center Microsoft di Karawang dan Cikarang
KLIKJATIM.Com | Karawang – PT PLN (Persero) mengumumkan keberhasilan penyelesaian rangkaian proyek infrastruktur ketenagalistrikan…
Hari Posyandu Nasional, Gubernur Khofifah Tekankan Transformasi Layanan Berbasis 6 SPM
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pentingnya transformasi…
UMKM Binaan Bea Cukai Malang Bliqis Food Tembus Pasar Australia
Upaya Bea Cukai Malang dalam membina UMKM lokal agar mampu bersaing di kancah internasional kembali menunjukkan hasil yang menggembirakan. Salah satu pelaku u…
Hotel Bintang Empat Bakal Dibangun di Kawasan JIIPE dari Jaringan Aloft Hotel
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik JIIPE bakal dilengkapi dengan hotel bintang empat berskala internasional. Hotel dengan brand Aloft Hotels ini akan berdiri…