klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Telan Anggaran Puluhan Miliar, Underpass GKB Jarang Dilewati Pengendara

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Mobilitas pengendara di Underpass GKB cenderung longgar dijam pulang kerja. (Abdul Aziz QomarKlikjatim.com)
Mobilitas pengendara di Underpass GKB cenderung longgar dijam pulang kerja. (Abdul Aziz QomarKlikjatim.com)

KLIKJATIM.COM | GRESIK — Meski sudah terpasang rambu lalu lintas dan traffic light di underpass GKB, namun pengendara masih terlihat jarang melintas. Padahal rencana pembangunan underpass itu tujuannya untuk mengurai kemacetan di titik tersebut, terutama saat jam padat.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan Gresik Edy Hadi Siswoyo menjabarkan, pemasangan traffic light di underpass sudah dilakukan 100 persen.

Jalan dari arah Kebomas maupun dari Jalan Sumatera sudah bisa dilalui. Sebab, akses jalur tersebut sudah dibuka sepenuhnya.

"Sudah dibuka dan bisa dilalui dari arah Kebomas maupun yang dari GKB," ungkap Edy.

Sementara itu anggota Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menyoal eksistensi underpass tersebut, sejak awal pembangunan underpass itu dipertanyakan urgensinya.

Pasalnya kemacetan yang terjadi di simpang 3 GKB itu jarang terjadi. Selain itu, alasan untuk penyebarangan para siswa sekolah juga tidak berjalan saat ini.

"Percuma bangun underpass itu, sejak Maret dibuka, sampai saat ini pengguna jalan yang melintas disana jarang," ucapnya.

Politisi PKB ini menyebut, pihaknya akan berbicara dengan pihak Dishub dalam waktu dekat. Yakni, agar Dishub segera menerapkan arus lalu lintas baru disana. Sebab yang terjadi saat ini akses lalu lintas masih sama dengan sebelum ada underpass.

"Sejauh ini belum terlihat fungsinya kenapa itu dibangun. Nanti kami minta agar segera diterapkan model lalu lintasnya disana bagaimana," tutup Hamdi.

Perlu diketahui, pembangunan underpass dilakukan secara multi years. Tahun 2020 lalu Pemkab Gresik mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar untuk pengerjaan fisik terowongan itu. Tahun 2021 kemarin, Pemkab kembali menganggarkan Rp 5 miliar untuk finishing. Yakni pembuatan pelengsengan tebing disekitar bangunan agar tidak terjadi longsor.

Diketahui, selain menjadi salah satu titik mobilitas masyarakat Gresik, pertigaan  GKB itu juga banyak siswa sekolah yang menyeberang. Bahkan, menjadi pemberhentian sementara angkutan kota yang membawa para siswa.

Begitu underpass ini sudah selesai dikerjakan, setiap jam berangkat maupun pulang sekolah para siswa tetap menyebrang di jalur lama, karena jika melewati underpass, akan memutar cukup jauh. (*/c1/nul)

Editor :