klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pesan Ketua Komisi I DPRD Gresik Kepada Korban Penipuan Bermodus Rekrutmen ASN: Melapor Bukan Aib, Jangan Malu dan Takut

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Ketua Komisi I DPRD Gresik, Muhammad Rizaldi Saputra (Dok)
Ketua Komisi I DPRD Gresik, Muhammad Rizaldi Saputra (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Kasus penipuan berkedok rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Gresik yang mencuat baru-baru ini memicu guncangan psikologis bagi para korban.

Pemerintah Kabupaten Gresik melalui BKPSDM diminta memberikan pendampingan agar korban berani melapor ke aparat penegak hukum.

Ketua Komisi I DPRD Gresik, Muhammad Rizaldi Saputra, menegaskan bahwa korban tidak perlu takut untuk melapor.

“Kami memahami keadaan psikologis para korban yang mungkin merasa takut, malu, atau ragu. Namun kami tegaskan, jangan takut untuk melapor. Korban adalah pihak yang harus dilindungi, bukan disalahkan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pelaporan bukanlah sesuatu yang memalukan, melainkan bentuk keberanian untuk mencegah jatuhnya korban lain.

“Melapor bukanlah aib, melainkan langkah berani untuk melindungi diri sendiri dan masyarakat luas agar tidak ada korban berikutnya,” tegasnya.

Rizaldi juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban atau memiliki informasi terkait kasus tersebut untuk segera melakukan klarifikasi ke instansi resmi.

“Kami menghimbau masyarakat yang merasa menjadi korban atau memiliki informasi, untuk segera melakukan klarifikasi ke instansi resmi seperti BKPSDM Gresik atau melapor kepada Polres Gresik,” imbuhnya.

Ia memastikan Komisi I DPRD Gresik akan mengawal setiap laporan yang masuk agar ditindaklanjuti secara serius.

“Komisi I DPRD Gresik akan mengawal agar setiap laporan ditindaklanjuti secara serius, transparan, dan memberikan rasa aman bagi pelapor. Negara harus hadir untuk melindungi, bukan membuat masyarakat merasa takut. Dan kami minta kepada BKPSDM untuk melindungi identitas korban,” tutur Rizaldi.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Pemkab Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengundang para korban untuk menggali informasi lebih rinci terkait kasus penipuan tersebut.

“Kami telah mengundang para korban dan kami mintai informasi rinci, namun ada yang belum hadir,” katanya.

Menurut Agung, kondisi psikologis korban yang masih terguncang menjadi kendala dalam proses pengumpulan keterangan.

“Para korban secara psikologis terguncang, hal tersebut bisa dimaklumi karena mereka merasa tertipu. Karena itu saat ditanyai mengenai informasi rinci terkait penipuan yang mereka alami, mereka belum banyak menjawab,” jelasnya.

Meski demikian, BKPSDM memastikan akan terus memberikan pendampingan hingga proses hukum berjalan.

“Tapi akan terus kami dampingi, dan insya Allah dalam waktu dekat kami bersama korban akan melaporkan ke polisi,” ungkap Agung. 

Editor :