KLIKJATIM.Com | Madiun – PT INKA merealisasikan perjanjian kerjasama dengan institusi vokasi yakni Politeknik Negeri Madiun (PNM) dan SMK PGRI 1 Mejayan, Rabu (11/5/2022).
Tidak hanya 2 institusi vokasi itu saja. Bahkan PT INKA juga mengajak DTECH-ENGINEERING, yaitu perusahaan teknologi bertaraf internasional yang memiliki portofolio dan jam terbang tinggi dalam riset serta teknologi sebagai katalis dan akselerator. Sehingga program ini dapat berjalan dengan sempurna, serta menghasilkan output yang berkualitas tinggi.
Direktur Pengembangan PT INKA (Persero), Agung Sedaju menyampaikan nilai kerjasamanya ini sebesar Rp5 Miliar. Mahasiswa dan siswa dari 2 institusi vokasi harus menyelesaikan pesanan 500 kursi kereta api (KA) eksklusif.
"Kontraknya 90 hari. Mereka wajib menyelesaikan sesuai kontrak. Ya nanti bisa dipasang di kursi pesanan PT KAI atau yang dari Malaysia dan lainnya," ujar Agung.
Dia menjelaskan sebenarnya tentang kerjasama institusi vokasi sudah 3 kali ini. Namun belum kecocokan. Ada beberapa faktor.
"Mungkin jika kalau SMK terbiasa hanya mendidik. Jadi tidak ada kejar jadwal waktu. Makanya kurang cocok. Akhirnya kami juga menggandeng DTECH-ENGINEERING," katanya.
Pun PT Inka tidak perlu untuk melakukan investasi mesin. Dua institusi vokasi dalam artian PNM Madiun dan SMK PGRI 1 Mejayan tidak perlu mesin. Karena sudah ada dari DTECH-ENGINEERING.
"Risikonya tidak terlalu tinggi buat INKA. Rp5 milyar kami bisa recover. Kami menguji SMK, DCETH juga Politeknik. Menguji manajer, kontroling," tegasnya.
Agung menambahkan bahwa dalam prosesnya ke depan juga melibatkan PT INKA Multi Solusi Trading (IMST) sebagai pihak yang mempunyai hak manufaktur dan penjualan komponen atau produk-produk yang dihasilkan. Seluruhnya akan terlibat dalam proyek-proyek di INKA, termasuk dalam pengembangan bus listrik, tram mover dan produk pengembangan ke depannya.
Dia berharap kegiatan ini akan menjadi contoh dalam kerja sama saling menguntungkan antara dunia industri dan dunia pendidikan, yang berdampak langsung untuk mengurangi nilai impor komponen dan mendukung dapat mendukung bisnis PT INKA (Persero).
Sementara Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto mengatakan PNM dan SMK PGRI 1 Mejayan menjadi arena project yang benar-benar project dari industri. Ada dana Rp5 Miliar untuk uji coba.
"Tetapi satu keunikan. Di antara Inka dan pendidikan vokasi semacam katalisator atau Jembatan. Yakni DTECH-ENGINEERING. Nanti dari kursi kereta bisa ke yang lain," pungkasnya. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad