Berdasarkan data yang ada, penyakit ini tidak menyerang kelompok umur spesifik meski cenderung mengalami kenaikan jumlah pada minggu ke-14 hingga ke-17.
"Maka semua orang, baik anak kecil maupun dewasa, harus punya awareness akan bahaya penyakit ini. Kita juga wajib gercep melihat gejalanya. Karena semakin cepat ditangani, peluang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan semakin besar," ujar Khofifah di Kantor Bakorwil Malang, Kamis (5/5/2022) sore.
Ia menyebut, gejala klinis dari hepatitis akut ini antara lain nyeri perut bagian bawah, diare, muntah-muntah, serta peningkatan enzim hati. Namun, hingga saat ini, tidak ditemukan gejala demam dalam sebagian besar kasus.
Kendati begitu, Khofifah mengingatkan agar tidak lengah jika ada warga masyarakat yang mengalami demam.
"Jangan anggap sepele gejala yang ada. Walaupun jarang ada pasien hepatitis akut ini yang menderita demam, tapi alangkah baiknya kalau masyarakat langsung memeriksakan diri ke faskes terdekat kalau sudah merasa tidak enak badan," ujarnya.
Selain itu, Khofifah juga menekankan pentingnya tindakan preventif dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta protokol kesehatan. Ia juga mengingatkan agar masyarakat menjaga satu sama lain dengan saling mengawasi.
"Tetap cuci tangan dengan sabun, memakan makanan bersih dan sehat, menjaga jarak, serta hindari menggunakan fasilitas atau barang yang sudah digunakan orang lain. Kira-kira hampir sama seperti saat kita prokes untuk menjaga diri dari covid-19," katanya.
Pemerintah, lanjut dia, akan terus berusaha menangani situasi yang ada. Semua pihak, akan mengambil peran menyelesaikan masalah ini.
"Selain menjaga prokes dan menerapkan gaya hidup sehat, untuk sementara jangan dulu berenang di kolam renang umum, tidak bermain di playground, serta hindari menyentuh hand railing, knop pintu, dinding, dan benda lain yang sering dipegang orang," imbaunya.
Sebagai informasi, per 21 April 2022, tercatat ada 169 kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya. Kasus-kasus tersebut berasal dari 12 negara yang mayoritas berada di Benua Eropa.
Sedangkan dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) per 4 Mei 2022, di Jatim sendiri saat ini sudah terdeteksi 114 kasus terduga Sindrom Jaundice Akut yang tersebar di beberapa kab/kota.(mkr)
Editor : Redaksi
PTPN I Regional 5 Salurkan 101 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Penjuru Jawa Timur
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5…
Perkuat Pendidikan Vokasi, MPM Honda Jatim Kini Miliki 17 TUK Astra Honda Berstandar Industri
KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim), distributor utama sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan NTT,…
Patra Logistik Salurkan 100 Hewan Kurban Senilai Rp1,5 Miliar dari Sumatera hingga Papua
KLIJKATIM.Com | Jakarta – Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, PT Patra Logistik (Patlog) menunjukkan komitmen…
Sapi Kurban 1,1 Ton Bantuan Presiden Prabowo Disembelih di Mantup Lamongan
KLIKJATIM.Com | Lamongan - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyerahkan secara resmi bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban dari…
Iduladha 1447 H: Sinergi Gressmall dan ASTON Gresik Hotel Salurkan Hewan Kurban ke Masyarakat dan Tujuh Yayasan
KLIKJATIM.Com | Gresik – Dalam rangka merayakan Hari Raya Iduladha 1447 H, Gressmall bersama ASTON Gresik Hotel & Conference Center…
Libur Iduladha, Little Farm di Icon Mall Gresik Jadi Magnet Wisata Edukasi Keluarga
KLIKJATIM.Com | Gresik - Libur Iduladha 1447 Hijiriah tahun ini dimanfaatkan banyak keluarga di Gresik untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak. Salah satu…