klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Geram Dibully, CEO Persibo Buat Video Klarifikasi, Berikut Isinya

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Sally Atyasasmi dan CEO Persibo Bojonegoro, Abdullah Umar. (ist)
Sally Atyasasmi dan CEO Persibo Bojonegoro, Abdullah Umar. (ist)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - CEO Persibo Abdullah Umar geram atas bully di media sosial kepada manajemen Persibo Bojonegoro. Dia pun membuat video klarifikasi atas pertanyaan publik tentang perkembangan tim berjuluk Laskar Angling Dharma tersebut.

Video tersebut disebar ke awak media melalui pesan WhatsApp. Salah satunya juga kepada KLIKJATIM.Com, pada Minggu (15/3/2020).

Dijelaskan oleh Abdullah Umar, Persibo merupakan organisasi kemasyarakatan di bidang olahraga Sepak bola untuk dikelola. Manajemen yang dibentuk mempunyai tugas guna mencabut sanksi dari PSSI selama 5 tahun oleh PSSI. Dan berlanjut mengelola Persibo untuk prestasi dan kegiatan kompetisi profesional sepak bola.

“Kemudian kita bentuk PT sebagai badan guna bisa mengelola Persibo, dan Persibo bukan milik perorangan atau Pemerintah Kabupaten, namun milik bersama masyarakat sebagai Klub Profesional, dengan pembiayaan murni swasta,” kata Abdullah Umar.

Dia juga menjelaskan, selama tiga musim Persibo tidak asal-asalan, dan tetap dilakukan upaya bagaimana Persibo bisa main dan mengikuti kompetisi profesional. Persibo tidak dibiayai APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Bojonegoro, namun dari iuran para pengurus serta sponsor dan juga dana pribadi manajemen.

[irp]

“Kami ini tidak asal-asalan mengelola Persibo, karena sampai saat ini kami berjuang keras mempertahankan eksistensi Persibo. Kami mengeluarkan biaya tidak sedikit dari para manajemen, dan bukan dari Pemerintah, dan upaya kesungguhan kami juga kami mendatangkan para pemain dari berbagai daerah serta luar negeri agar Persibo bisa tampil maksimal dan membawa nama baik Bojonegoro,” tegas Pria yang juga Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro itu.

Wacana yang ditudingkan kepada Manajemen bahwa Persibo merupakan alat Politik juga disangkal Abdullah Umar. "Tidak benar jika Persibo merupakan alat untuk kepentingan Politik, karena sebelum Abdullah Umar memegang Persibo, dirinya dan juga manajemen lainnya sudah menjadi Pejabat Publik sebagai wakil rakyat atau DPRD Bojonegoro," tandasnya.

Tanggung jawab Persibo menjadi tanggung jawab bersama, bukan tanggung Jawab manajemen saja. Keberhasilan ini juga harus didukung semua pihak baik KONI, Pemkab serta masyarakat semua.

“Kita sudah lakukan komunikasi bahwa Persibo ini harus aman, dan juga harus ikut kompetisi sesuai dengan urutannya seperti ranah amatir, dan nanti apakah akan diserahkan ke Askab atau yang lainnya, namun harus dilakukan banyak pertimbangan untuk langkah ke depan yang lebih baik,” tambah Umar.

Mengenai pembiayaan Persibo di musim ini dan mendatang, Umar minta semua pihak ikut memikirkan. Pada intinya, semua ikut berpartisipasi mengembalikan kejayaan tim yang pernah Juara Divisi Utama ini.

[irp]

Politisi PKB ini mengapresiasi berbagai kritik dan saran ataupun Bully untuk meningkatkan prestasi Persibo. "Namun jangan hanya melakukan kritik saja akan tetapi juga membantu bagaimana persibo ini bisa maju dan baik kembali serta mencapai target yang diinginkan,” tegas Abdullah Umar. (af/bro)

Editor :