KLIKJATIM.com | PASURUAN – Kasus pengeroyokan yang dilakukan geng motor kepada sopir ambulan menjadi atensi serus aparat kepolisian. Saat ini, polisi masih mengumpulkan bahan keterangan dari beberapa informasi dilokasi kejadian perkara.
Hal ini diungkapkan Kanitreskrim Polsek Bangil, Aipda Rofik. Menurut Rofik, laporan resmi korban sudah diterima. Bahkan, visum at repertum sudah dilakukan. “Hari ini (kemarin, red) korban melapor ke kami. Kami juga sudah mengantar untuk visum ke RS Masyitoh,” ungkapnya.
Pihaknya mengaku, masih melakukan penyelidikan. Pengumpulan bukti-bukti dan keterangan saksi-saksi masih akan digali. Hal ini diperlukannya, untuk memburu siapa pelaku penganiayaan tersebut.
Menurut Rofik, dugaan awal aksi penganiayaan itu bukanlah dilakukan oleh gang motor. Melainkan sekelompok pemuda. Yang saat di jalan, terjadi miskomunikasi.
Disinyalir, ada serempetan. Akhirnya pengendara motor jatuh. Sehingga, memicu amarah rekan-rekannya. Dan akhirnya terjadilah pengeroyokan. “Kalau gang motor, sepertinya bukan. Hanya kalangan pemuda yang sedang malam mingguan. Mungkin ada misskomunikasi. Sehingga terjadi pengeroyokan. Tapi kami sedang gali lagi. Dengan mencari sebanyak-banyaknya saksi,” sambung dia saat mendampingi Kapolsek Bangil, Kompol Indro Susetyo.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, seorang sopir ambulan jenazah RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Ach. Rifai, 27, warga Kota Surabaya menjadi korban pengeroyokan sejumlah pemuda. Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya.
Beruntung, korban sempat lari dan diamankan sopir truk maupun driver Gojek yang ada di sekitar lokasi. Sehingga, aksi pukul tersebut berhasil diredam. Aksi pengeroyokan tersebut, berlangsung Minggu dini hari (10/4). Insiden itu berawal, saat korban mengantar Jenazah ke Probolinggo, Sabtu malam, sekitar pukul 23.00. Korban yang baru saja menyelesaikan tugasnya, beranjak balik ke Rumah Sakit Surabaya.
Saat berada di Kota Pasuruan, semuanya lancar. Tapi, masalah muncul, ketika ia melewati tugu Adipura di Bangil. Saat berada di jalan Gajah Mada, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Bangil, ia mendapati ada seorang pemuda yang berada di belakangnya.
Hingga mendekati Stasiun Bangil, senggolan kendaraan terjadi. Sampai-sampai, pemuda tersebut jatuh. Namun, saat mencoba menolong, lima pemuda bermotor lain mendatanginya. Mereka kemudian menanyainya dari mana. Setelah ia menjawab, ia justru diseret oleh para pelaku.
Di situlah, mereka kemudian memukulinya. Penderitaan Rifai, tak hanya berhenti di situ. Karena tak lama, gerombolan bermotor lainnya menghampiri. Ia mengira, gerombolan sebanyak kurang lebih 15 orang tersebut akan menolong.
Tapi ternyata, mereka juga ikut mengeroyoknya. Karena serangan itu, ia pun tak bisa melawan. Ia pun berusaha menyelamatkan diri. Dengan cara melarikan diri dan meminta bantuan. Saat lari itulah, ada sopir truk dan abang Gojek, yang menolongnya. Mereka kemudian berusaha mengamankannya dari gerombolan remaja tersebut dan memasukkan korban ke dalam ambulan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengaku merasa trauma. Ia juga menderita luka pada bagian dahi, tangan, dada serta leher, paha dan kepalanya. (*/c1/nul)
Editor : Redaksi