klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kasus Covid di Kota Surabaya Melandai, Tingkat Kesembuhan Capai 96 Persen

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau asrama haji Sukolilo
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau asrama haji Sukolilo

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kasus aktif Covid-19 di Kota Surabaya dalam sepekan terakhir mulai melandai. Pada saat yang sama, jumlah pasien sembuh dalam catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya terus meningkat hingga 96 persen.

Berdasarkan data di laman web lawancovid-19.surabaya.go.id, tercatat kasus aktif di Kota Surabaya pada 23 Februari 2022 sebanyak 5.117 kasus dan pada 2 Maret 2022 menjadi 3.769 kasus. Selama periode tersebut, jumlah kasus aktif Covid-19 di Kota Surabaya berkurang sebanyak 1.348 kasus.

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina mengatakan berdasarkan data assesmen situasi Covid-19 di Kota Surabaya oleh Kemenkes pada Minggu ketiga dan keempat bulan Februari 2022, kasus konfirmasi Covid-19 berada di angka 455,39 per 100 ribu penduduk menjadi 324,04 per 100 ribu penduduk.

"Untuk angka rawat inap di rumah sakit mencapai 31,49 per 100 ribu penduduk, menjadi 27,15 per 100 ribu penduduk. Sedangkan, angka positive rate perbandingan jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan sebesar 19,17 persen menjadi 14,51 persen," kata Nanik, Kamis, 3 Maret 2022.

Ia menjelaskan bahwa pasien Covid-19 di Kota Surabaya pada tahun 2022, sebagian besar yang terpapar berada pada usia produktif sebanyak 79,99 persen dengan penyebab penularan adalah tingginya mobilitas dari masyarakat yang meningkatkan risiko untuk terpapar.

"Terhitung pada Rabu (2 Maret 2022), angka kesembuhan Covid-19 di Kota Surabaya mencapai 93,96 persen dan angka kematian mencapai 2,52 persen dari total kasus kumulatif Covid-19," ia menjelaskan.

Selanjutnya, untuk tracing (pelacakan) yang dilakukan di Kota Surabaya, pihaknya melakukan dua teknik, yakni tracing secara langsung dan tidak langsung. Pada teknik tracing langsung, petugas tim tracing akan mendatangi alamat rumah pasien sesuai notifikasi dari aplikasi Kemenkes dengan menggunakan APD dan minimal masker N95.

"Kedua, yakni teknik tracing secara tidak langsung. Nantinya para petugas dari tim tracing akan menghubungi pasien via telepon sesuai dengan nomor yang tertera pada aplikasi Kemenkes," ia menerangkan.

Jika terdapat warga yang terkonfirmasi Covid-19, maka akan dilakukan tracing untuk mencari kontak erat. Setelah itu, akan ditindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan swab kepada semua kontak erat.

"Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang bergejala ringan atau tidak bergejala (OTG) akan dievakuasi ke isolasi terpusat (isoter) di Hotel Asrama Haji (HAH) atau hotel berbayar yang direkomendasikan. Sedangkan pasien yang bergejala sedang sampai berat akan dirujuk ke rumah sakit rujukan yang menangani pelayanan Covid-19," ia memaparkan.

Terkait penanganan warga yang terpapar Covid-19 di HAH, tingkat keterisian tempat tidur pada Minggu lalu mencapai 51,62 persen. Namun, per Rabu 2 Maret 2022, hanya mencapai 10,65 persen dari total tempat tidur yang tersedia.

Sedangkan untuk keterisian Rumah Sakit Darurat Lapangan Tembak (RSLT) yang dibuka sejak awal bulan Februari 2022 untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan tempat isolasi bagi pasien Covid-19 tidak sempat digunakan.

"Karena ketersediaan tempat tidur di isoter dan RS rujukan Covid-19 di Kota Surabaya masih dapat memfasilitasi untuk penanganan pasien terkonfirmasi Covid-19," ia mengungkapkan. (ris)

Editor :