klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Jaga Lingkungan, PTFI Gandeng 230 Warga Desa Banyuwangi Gresik Bersih-bersih Sungai

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Warga Desa Banyuwangi bersama karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) 
membersihkan bantaran sungai dalam 
kegiatan Gotong Royong Kemerdekaan di 
Desa Banyuwangi, Manyar, Gresik, Minggu 
(9/8). (Dok)
Warga Desa Banyuwangi bersama karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) membersihkan bantaran sungai dalam kegiatan Gotong Royong Kemerdekaan di Desa Banyuwangi, Manyar, Gresik, Minggu (9/8). (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkuat kolaborasi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya melalui kegiatan gotong royong bersama warga Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.

Kegiatan yang digelar di Dusun Banyutami, Minggu (9/8/2026), melibatkan sekitar 230 peserta. Mereka bersama-sama membersihkan bantaran sungai, mengecat fasilitas umum, menanam tanaman hias serta memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul menjelang HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan. PTFI juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar permukiman.

Vice President External Affairs Smelter PTFI, Erika Silva, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun hubungan dan kolaborasi dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Semangat kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang bagaimana kita hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Erika.

Menurutnya, melalui semangat One Freeport untuk Indonesia, PTFI ingin membangun kerja sama bersama pemerintah desa dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman sekaligus memperkuat kebersamaan.

Dalam kegiatan tersebut, aspek pengelolaan lingkungan juga menjadi perhatian. Masyarakat memanfaatkan kompos yang berasal dari pengolahan sampah organik di TPS3R binaan PTFI untuk mendukung penghijauan kawasan.

Selain itu, pot tanaman yang digunakan dalam kegiatan penghijauan dibuat dari bahan daur ulang. Langkah tersebut sekaligus memperkenalkan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna kepada masyarakat.

Kepala Desa Banyuwangi, Siti Maslahah, mengapresiasi keterlibatan PTFI bersama masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, gotong royong melibatkan warga dari RT 1 hingga RT 5 yang terdiri dari sekitar 170 rumah.

“Kami bersyukur semua warga bisa guyub dan rukun dalam kegiatan Gotong Royong Kemerdekaan ini. Ada yang membersihkan lingkungan, membersihkan sungai, menanam tanaman, mengecat fasilitas umum, sampai memasang bendera dan umbul-umbul,” kata Siti.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong warga untuk terus menjaga lingkungan meski kegiatan gotong royong telah selesai.

“Kalau lingkungan bersih dan tertata tentu lebih nyaman, sehat, dan enak dilihat. Harapan kami, masyarakat bisa terus menjaga kepedulian terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Kolaborasi serupa juga dilakukan PTFI di wilayah operasionalnya di Papua dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI. Di Kampung Waa Banti, masyarakat mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari pemasangan Bendera Merah Putih, lomba olahraga dan permainan rakyat, bazar, pemutaran film perjuangan, upacara bendera hingga pesta rakyat.

Sementara di Kampung Koperapoka, kegiatan yang disiapkan meliputi bakti sosial, edukasi kesehatan anak, lomba kemerdekaan serta pelatihan sepak bola bersama Papua Football Academy (PFA) yang melibatkan sekitar 250 anak.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PTFI memperkuat keterlibatan masyarakat melalui program sosial dan lingkungan. Di Desa Banyuwangi, kolaborasi itu diwujudkan melalui kegiatan sederhana namun langsung menyentuh lingkungan warga, yakni membersihkan sungai, menata fasilitas umum dan menghijaukan kawasan secara bersama-sama.

Editor :