klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Smelter Freeport di Kawasan JIIPE Jadi Smelter Tembaga Single Line Terbesar di Dunia

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Area smelter tembaga milik PT Freeport Indonesia di Kawasan JIIPE, Manyar Gresik menjadi yang terbesar di dunia
Area smelter tembaga milik PT Freeport Indonesia di Kawasan JIIPE, Manyar Gresik menjadi yang terbesar di dunia

KLIKJATIM.Com | Gresik — PT Freeport Indonesia (PTFI) semakin memperkuat posisi Gresik, Jawa Timur, sebagai salah satu pusat hilirisasi tembaga nasional. Smelter kedua PTFI yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Manyar disebut menjadi fasilitas pemurnian tembaga dengan desain single line terbesar di dunia.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan fasilitas smelter Manyar terintegrasi dengan kapasitas pengolahan konsentrat tembaga berskala global. Seluruh infrastruktur pengolahan di kawasan tersebut juga telah memasuki tahap kesiapan operasional.

Menurut Tony, kehadiran fasilitas pemurnian tembaga dan emas tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas hilirisasi PTFI, tetapi juga mendorong penciptaan nilai tambah mineral di dalam negeri.

“Pencapaian ini menjadikan Gresik sebagai pusat pemurnian mineral tembaga terbesar dalam sejarah hilirisasi Indonesia dan ini juga menegaskan komitmen nyata PTFI dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri untuk pertumbuhan industri nasional,” kata Tony dalam sambutan upacara HUT ke-81 RI di Tembagapura, Papua Tengah, Senin (17/8/2026).

Presdir PT Freeport Indonesia Tony Wenas saat sambutan dalam konser One Freeport di Aston Gresik, Selasa (18/8) malamPresdir PT Freeport Indonesia Tony Wenas saat sambutan dalam konser One Freeport di Aston Gresik, Selasa (18/8) malam

Smelter Manyar memiliki kapasitas pengolahan hingga 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Fasilitas ini akan beroperasi berdampingan dengan smelter pertama PTFI yang dikelola PT Smelting di Gresik.

Jika kedua fasilitas tersebut beroperasi secara optimal, total kapasitas pemurnian konsentrat tembaga PTFI di Gresik mencapai sekitar 3 juta ton per tahun. Dari kapasitas tersebut, kedua smelter diproyeksikan menghasilkan sekitar 1 juta ton katoda tembaga, 50 ton emas, dan 200 ton perak setiap tahun.

“Demikian juga saat ini smelter PTFI di Gresik telah siap untuk beroperasi kembali dan bersama smelter PT Smelting yang juga kita miliki akan memiliki kapasitas pemurnian 3 juta ton konsentrat tembaga setiap tahun,” ujar Tony.

Smelter Gresik Segera Beroperasi
Tony mengungkapkan smelter Manyar dijadwalkan kembali beroperasi dalam satu hingga dua pekan ke depan. Pengoperasian fasilitas tersebut menjadi bagian penting dari kesinambungan rantai pasok PTFI dari sektor hulu di Papua hingga proses pemurnian di Gresik.

Kesiapan smelter juga menjadi semakin penting seiring proses pemulihan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Tembagapura, Papua Tengah.

Tambang tersebut sempat mengalami penghentian operasi akibat insiden longsor pada awal September 2025. Saat ini PTFI masih melakukan berbagai upaya pemulihan, termasuk modifikasi peralatan untuk menangani material lumpur basah yang menimbun sejumlah infrastruktur dan alat berat di area tambang.

“Kita sekarang ada di lokasi smelter yang di Gresik juga akan segera mulai beroperasi mungkin dalam satu minggu dua minggu ke depan akan mulai beroperasi dan ini satu rantai pasok ya dari hulu ke hilir,” kata Tony.

Di sisi lain, PT Smelting juga sempat menghadapi kendala teknis. Tony memastikan proses perbaikan fasilitas tersebut ditargetkan selesai maksimal dalam dua pekan.

Gangguan tersebut tidak diperkirakan menghambat produksi karena pasokan konsentrat dapat dialihkan langsung ke smelter Manyar.

“PT Smelting itu mungkin dalam dua minggu. Enggak mempengaruhi produksi karena konsentrat langsung dibawa ke Manyar,” ujarnya.

Seiring pemulihan tambang GBC, PTFI menargetkan tingkat produksi tambang bawah tanah mencapai sekitar 65�ri kapasitas normal pada akhir 2026.

Perusahaan kemudian menargetkan kapasitas produksi meningkat menjadi 75% pada semester I 2027 dan secara bertahap kembali mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027.

Proses pemulihan tambang masih menghadapi tantangan teknis. PTFI harus memindahkan sekitar 800.000 ton material lumpur basah yang menimbun sejumlah infrastruktur dan peralatan di area tambang bawah tanah.

“Tahap pemulihan ini terus kita lakukan, ada beberapa modifikasi alat karena ternyata bijihnya lebih basah daripada yang kita perkirakan sebelumnya. Sehingga peralatan perlu dimodifikasi sedikit tapi sekarang sudah ongoing, semua sesuai target 65% tahun ini,” jelas Tony.

Untuk 2026, PTFI menargetkan produksi tembaga mencapai 800 juta pon dan produksi emas sebesar 700.000 ons hingga akhir tahun.

Meski produksi tambang belum sepenuhnya kembali normal, perusahaan memperkirakan tetap mampu memberikan kontribusi keuangan kepada negara sekitar Rp47 triliun sepanjang 2026.

“Kalau kita sudah 100% itu kontribusi kepada negara bisa luar biasa besar, lebih dari Rp100 triliun, mungkin Rp120 triliun setiap tahunnya. Jadi itulah kira-kira kontribusi Freeport kepada negara,” tandas Tony.

SMELTER GRESIK

Smelter Manyar dibangun sejak Oktober 2021 dan telah menghasilkan katoda tembaga perdana pada 23 September 2024. Produksi perdana tersebut diresmikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Fasilitas yang berdiri di atas lahan sekitar 100 hektare di kawasan JIIPE Gresik tersebut memiliki desain single line dengan kapasitas pengolahan 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun.

Nilai investasi kumulatif pembangunan smelter Manyar mencapai sekitar US$3,7 miliar atau setara Rp58 triliun.

Untuk mendukung proses pemurnian yang terintegrasi, smelter dilengkapi sejumlah fasilitas, mulai dari Unit Refinery, Unit Pemurnian Logam Mulia, Unit Oksigen, Unit Asam Sulfat, Unit Desalinasi, hingga Effluent and Wastewater Treatment Plant.

Kehadiran berbagai fasilitas tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku, produk samping, serta limbah dalam rangka menciptakan proses peleburan dan pemurnian dengan tingkat efisiensi tinggi.

Dengan beroperasinya smelter Manyar dan PT Smelting secara terintegrasi, PTFI kini memiliki basis hilirisasi tembaga berskala besar di Gresik sekaligus memperkuat rantai pasok mineral dari tambang di Papua hingga produk hasil pemurnian di dalam negeri.

Editor :