KLIKJATIM.Com | Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memperkuat kompetensi guru dalam menghadapi perubahan arah asesmen pendidikan, khususnya melalui penyusunan soal yang berorientasi pada Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pendampingan penyusunan soal literasi berorientasi TKA bagi guru SMP Labschool UNESA. Kegiatan berlangsung di SMP Labschool UNESA 1 pada Kamis (6/8/2026).
Kegiatan diikuti perwakilan guru mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia, dan Matematika dari SMP Labschool UNESA 1, 2, dan 3.
Ketua Tim Pengusul PKM UNESA, Dr. Asnimawati, M.Pd., mengatakan pendampingan tersebut dirancang untuk membantu guru beradaptasi dengan kebutuhan asesmen yang semakin menekankan kemampuan literasi dan penalaran peserta didik.
"Guru tidak hanya perlu memahami karakteristik soal TKA, tetapi juga perlu memiliki kemampuan dalam menyusun asesmen yang mampu mengukur kemampuan berpikir peserta didik secara lebih bermakna," ujar Asnimawati.
Menurutnya, kualitas soal sangat menentukan kemampuan asesmen dalam menggambarkan kompetensi siswa. Karena itu, guru tidak cukup hanya menyusun pertanyaan berdasarkan materi yang telah diajarkan, tetapi juga perlu memperhatikan stimulus, tuntutan berpikir, konstruksi soal, hingga ketepatan pilihan jawaban.
"Melalui pendampingan ini, kami mendorong guru untuk menghasilkan soal yang tidak hanya menguji penguasaan konten, tetapi juga mengajak siswa memahami informasi, mengolah stimulus, bernalar, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia," katanya.
Pendampingan menghadirkan tiga pemateri dari bidang keilmuan berbeda. Dosen Program Studi Pendidikan IPS UNESA Dr. Hendri Prastiyono, M.Pd., memberikan materi penyusunan soal literasi IPS.
Materi Bahasa Indonesia disampaikan Dosen Program Studi Pendidikan dan Sastra Indonesia UNESA Dr. Abdul Kholiq, M.Pd. Sementara materi Matematika diberikan Moch Lutfianto, M.Pd., Wakil Ketua II STKIP Al-Hikmah Surabaya.
Kolaborasi lintas bidang tersebut memungkinkan para guru memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai penyusunan asesmen. Selain mendapatkan materi, peserta juga langsung mempraktikkan penyusunan soal sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing.
Dr. Nuansa Bayu Segara, S.Pd., M.Pd., Dr. Silvi Nur Afifah, S.Pd., M.Pd., Dr. Durrotun Nafisah, S.Pd., M.Pd., Muhammad Ilyas Marzuqi, S.Pd., M.Pd., dan Nurul Hasanah, M.Pd., turut terlibat dalam tim pendampingan.
Asnimawati menambahkan, kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan tatap muka. Tim PKM UNESA akan melanjutkan pendampingan melalui dua kali pertemuan secara daring untuk menelaah dan menyempurnakan soal yang telah disusun para guru.
"Pendampingan ini kami rancang sebagai proses yang berkelanjutan. Setelah kegiatan tatap muka, soal yang sudah dikembangkan guru akan kami telaah bersama agar kualitasnya semakin baik dan dapat diterapkan dalam asesmen pembelajaran di sekolah," jelasnya.
Menurut Asnimawati, penguatan kompetensi guru dalam menyusun asesmen merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Asesmen idealnya tidak hanya digunakan untuk mengetahui capaian siswa, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong kemampuan berpikir dan bernalar.
"Harapannya, asesmen di sekolah tidak berhenti pada penyusunan soal, tetapi berkembang menjadi praktik evaluasi pembelajaran yang benar-benar mampu memotret kemampuan literasi dan penalaran peserta didik," tuturnya.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi UNESA dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan, UNESA berharap penguatan kapasitas guru dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta membantu sekolah beradaptasi dengan perkembangan sistem asesmen pendidikan.
"Penguatan kapasitas pendidik merupakan salah satu kunci untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas. Kami berharap kolaborasi UNESA dengan SMP Labschool UNESA ini dapat menjadi langkah konkret untuk menghadirkan asesmen yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan kompetensi peserta didik," tutur Asnimawati.
Editor : Abdul Aziz Qomar