KLIKJATIM.Com │ Jombang – Pihak sekolah tepatnya SMP Roushon Fikr Jombang mengkonfirmasi terkait 5 orang peserta didiknya positif Covid-19 setelah dilakukan tracing. Kini, mereka pun menjalani isolasi mandiri (Isoman).
Saat dikonfirmasi Kepala Sekolah SMP Roushon Fikr Jombang, Yuli Puji Rahayu mengatakan, pihaknya memutuskan tetap melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) meski ada 5 orang siswanya positif covid.
Dia mengaku tidak menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena dinilai kurang efektif dan berpengaruh buruk terhadap perkembangan karakter anak didiknya. Kendati demikian, namun pihak sekolah tetap koordinasi dengan pihak Puskesmas.
“Saat ini (siswa yang positif) dilakukan isoman di rumah, tidak ada gejala apa-apa (OTG, red). Tapi kami terus menggerakkan prokes (protokol kesehatan) dan memantau kesehatan anak-anak,” imbuhnya.
Menurutnya, kondisi kelima siswa ini akan terus dipantau.
Sementara itu Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Agus Suryo mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan tertulis terkait adanya siswa yang positif Covid-19 di SMP Roushon Fikr.
“Kami belum menerima laporan. Tapi sesuai dengan kebijakan dari Pemerintah Pusat melalui pengawas pembina, kami akan melakukan monitoring dan diberikan pencerahan,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan berdasarkan SKB 4 Menteri Nomor 443-5847 Tahun 2021, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) memang memperbolehkan sekolah melakukan PTM terbatas dan PJJ ketika ada beberapa siswanya terkonfirmasi positif Covid19.
“Karena yang mengetahui kondisi peserta didik tentu adalah satuan pendidikan masing-masing, sehingga pilihan PJJ dan PTM terbatas kami serahkan kepada sekolah masing-masing, tentu disesuaikan dengan kesehatan warga sekolah,” urainya.
Dan diketahui bahwa kondisi Kabupaten Jombang saat ini sudah berada di level 3 PPKM. Pihaknya sebagai pelaksana kebijakan pun mengimbau kepada semua pihak agar bijak menyikapi kondisi saat ini. (nul)
Editor : May Aini L.A