klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Berwisata Kuliner dan Petik Sayur Hidroponik di Pinggiran Kota Lamongan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pak Kiyat telah memiliki kebun hidroponik berukuran 10 x 18 meter di tanah samping rumahnya
Pak Kiyat telah memiliki kebun hidroponik berukuran 10 x 18 meter di tanah samping rumahnya

KLIKJATIM | Lamongan - Tak perlu jauh-jauh mencari wisata di sekitar kota Lamongan, kini ada lokasi wisata kuliner dan petik sayur hidroponik yang bisa menjadi jujukan menghabiskan akhir pekan. Mengenal hidroponik sendiri merupakan konsep pertanian tanpa media tanah dan lebih mengutamakan air, sehingga hasil sayuran yang bisa dipanen lebih higienis.

Lokasinya Tak jauh dari Lamongan kota, tepatnya di Dusun Topeng Desa Jatirejo Kecatam Tikung sekitar 4,4 km dari alun-alun Kabupaten Lamongan atau 11 menit perjalanan. Begitu sampai akan disambut tanaman cincau yang merupakan bahan produksi es cincau di kedai tersebut.

Kedai tersebut bernama Kedai Leghok, milik seorang warga setempat bernama Kiyat (61). Berawal dari hobi yang telah ditekuni sejak lima tahun lalu, kini Pak Kiyat telah memiliki kebun hidroponik berukuran 10 x 18 meter di tanah samping rumahnya. Dengan lahan tersebut kebun hidroponiknya bisa menampung hingga dua ribu batang sayuran mulai dari sawi, kangkung, packoy, dan selada yang bisa dipetik oleh para pengunjung.

"Dulu saya hanya sekedar menekuni hobi, namun karena sudah pensiun akhirnya saya tekuni dan Alhamdulillah kini ramai," tutur Pak Kiyat.

Karena banyaknya pengunjung terutama di akhir pekan, Pak Kiyat dibantu anak-anaknya berinisiatif mendirikan kedai dengan beberapa menu makanan yang memanfaatkan hasil sayuran hidroponiknya.

" Dengan memanfaatkan hasil kebun ada beberapa memu olahan yang bisa dinikmati pengunjung. Es cincau, mie ayam, bakso, dan lalapan yang mana memanfaatkan hasil kebun," imbuh Pak Kiyat.

Bahkan di akhir pekan lebih dari 100 pengunjung meramaikan kebun hidroponik miliknya. Selain berekreasi, banyak juga diantaranya yang menimba ilmu mengenai hidroponik. Mereka diantaranya berasal dari sekitar Lamongan dan tidak jarang ada yang dari luar kota. Hingga ketika akhir pekan, banyak pengunjung yang telah melakukan reservasi jauh-jauh hari.

Untuk membawa pulang sayuran hasil hidroponik seperti Sawi dan kangkung Pak Kiyat mematok harga 5 ribu perpaket, sementara untuk selada hanya 7,5 ribu. Selain bisa memetik sendiri, para penikmat sayuran juga bisa memesan secara online.

Salah satu pengunjung Elly Fitriani mengaku baru tahu jika tak jauh dari kota lamongan ada lokasi wisata hidroponik ini. "Saya tahunya dari instagram, akhirnya tertarik kesini. Selain bisa berwisata, disini juga bisa menimba ilmu mengenai hidroponik," terangnya. (yud)

Editor :