klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Curigai Omicron, Satgas Covid-19 Kirim 6 Spesimen Swab ke Surabaya

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kabid P2P Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka 
Kabid P2P Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka 

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Satgas Covid-19 Kabupaten Tulungagung menemukan klaster penularan Covid-19 di salah rumah kos yang ada di desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru Tulungagung.

Hal ini disampaikan oleh Kabid P2P Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka yang dikonfirmasi pada Kamis (27/01/2022) siang tadi.

Didik mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi salah satu mahasiswi di kos tersebut terkonfirmasi Covid-19 pada Senin (24/01/2022) yang lalu, mahasiswi ini terkonfirmasi setelah menjalani perawatan karena sakit yang di deritanya di salah satu rumah sakit milik pemerintah.

"Ada satu mahasiswi dari Lamongan yang ngekos di salah satu rumah kos di desa Plosokandang, Senin malam itu dilaporkan terkonfirmasi Covid-19, kemudian kita lakukan upaya 3T," ujarnya.

Kemudian pihaknya melakukan tracing dengan memeriksa kondisi 80 orang penghuni kos di lokasi tersebut, dari 80 mahasiswi yang menjalani pemeriksaan swab antigen, 37 diantaranya dipastikan reaktif antigen.

Guna memastikannya, pihaknya kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan dan meminta 37 orang ini menjalani swab PCR,hasilnya 21 diantaranya terkonfirmasi Covid-19.

"21 orang ini, 12 merupakan warga Tulungagung, sedangkan 9 lainnya dari luar daerah," jelasya.

Didik mengungkapkan, dari 21 terkonfirmasi tersebut,pihaknya mencurigai 6 diantaranya memiliki ciri ciri terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron,oleh sebab itu kini 6 spesimen swab tersebut dikirim ke laboratorium Surabaya, untuk mengetahui strain virus yang ada di dalamnya.

"Kenapa kita kirim ke Surabaya karena kita menemukan kecurigaan dari ciri cirinya itu mengandung Omicron, antisipasinya itu yang kita lakukan, kita kirim spesimennya ke Surabaya untuk diperiksa," terangnya.

Masih menurut Didik, upaya tracing dilanjutkan kepada 8 orang pengasuh kos tersebut, hasilnya 3 orang reaktif antigen dan kini masih menunggu hasil swab PCR.

"Hasil PCR nya sampai saat ini belum keluar," terangnya.

Kini 21 orang terkonfirmasi ini menjalani isolasi mandiri di rumah kos tersebut, dengan protokol yang ketat, dan memisahkan mereka dengan penghuni kos yang lainnya.

"Kita lockdown di rumah kos itu, yang positif kita pisahkan," pungkasnya. (bro)

Editor :