KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Tubercolusis atau TBC menjadi salah satu penyakit yang mendapatkan perhatian serius Kementrian Kesehatan.
Sepanjang tahun 2021 yang lalu Dinas Kesehatan Tulungagung ditargetkan bisa menemukan dan mengobati 2000 warga Tulungagung yang positif TBC namun hingga bulan Desember 2021 kemarin, hanya ditemukan 661 orang saja.
Hal ini disampaikan oleh Kasi P2P Dinas Kesehatan Tulungagung, Muhroji yang dikonfirmasi pada Jumat (07/01/2022) kemarin.
Muhroji mengatakan, 661 temuan tersebut tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Tulungagung.
"Data terakhir kita sampai Desember 2021 ini ada 661 temuan positif TBC di Tulungagung,"ujarnya.
Muhroji menyebut, minimnya temuan ini dipicu oleh beberapa hal,salah satunya adanya pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat takut dan ragu untuk datang ke Puskesmas ketika muncul tanda tanda penyakit TBC.
Masyarakat memilih untuk melakukan pengobatan pribadi dengan membeli obat di apotik, padahal menurut Muhroji, jika datang ke puskesmas dan ditemukan tanda tanda TBC maka akan dilakukan pengujian atas sampel dahak dan dipastikan jenis penyakitnya.
"Karena salah satunya ya pandemi ini, jadikan masyarakat takut saat akan berobat dan memeriksakan diri di Puskesmas,"ucapnya.
Muhroji mengungkapkan, pihaknya juga tidak hanya pasif menunggu pasien datang ke Puskesmas, selama ini pihaknya aktif mendatangi komunitas komunitas masyarakat dan mengajak mereka memeriksakan diri.
Salah satunya adalah komunitas Warga Binaan Lapas Kelas IIB Tulungagung yang mendapatkan kunjungan rutin dari Dinas Kesehatan Tulungagung.
"Kita juga aktif mendatangi komunitas komunitas, salah satunya yang ada di Lapas Kelas IIB Tulungagung,"jelasnya.
Tahun 2022 ini menurut Muhroji, pihaknya yakin temuan Positif TBC di Tulungagung bisa lebih banyak,mengingat level 1 PPKM yang saat ini disematkan untuk Kabupaten Tulungagung dan semakin banyaknya masyarakat yang mendapatkan vaksin Covid-19.
Sehingga masyarakat tidak takut saat akan berkunjung ke Puskesmas untuk memeriksakan diri.
"Tahun 2022 ini kita yakin temuannya bisa meningkat dan bisa semakin banyak sehingga pengobatan yang kita lakukan juga bisa semakin maksimal," pungkasnya. (yud)
Editor : Iman