klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tiga Mahasiswa ITN Malang Raih Emas Takwondo Kerjuprov Jatim

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Atlet Takwondo ITN Malang yang berlaga di Kejurprov Jatim
Atlet Takwondo ITN Malang yang berlaga di Kejurprov Jatim

KLIKJATIM.Com | Malang - Prestasi membanggakan diraih tiga mahasiswa ITN Malang dalam Kejurprov Taekwondo Jatim di Surabaya. Mereka meraih dua emas dan satu perak dari turnamen regional.

Taekwondoin Pamungkas Hutapea, mahasiswa teknik sipil, meraih medali emas kyorugi atau pertarungan di kelas kurang dari 74 kilogram. Kemudian, Bernika Natasya Ifada, mahasiswi teknik geodesi merebut emas individual poomsae (seni) senior putri.

Sementara, Khansa’ Ade Taqiyyah, mahasiswi teknik arsitektur, mengamankan medali perak individual poomsae senior putri. “Kami bertanding pada 17-19 Desember di Kejurprov Taekwondo Jatim. Kami mewakili Kota Malang di sana, lewat jalur pendaftaran klub taekwondo kami,” ujar Bernika kepada wartawan di ITN Malang, Kamis (23/12).

Bernika mengaku perjuangannya di kelas individual poomsae senior putri cukup berat. Karena, atlet yang telah berlatih Taekwondo selama 7 tahun ini menghadapi pesaing yang cukup serius. Terutama, atlet dari Kediri yang bertemu dengannya di final.

“Kediri yang ketemu saya di poomsae final cukup berat. Tapi alhamdulilah bisa dapat emas,” tambah pemegang sabuk merah itu.

Khansa yang meraih medali perak, mengatakan bahwa setidaknya mereka berlatih intensif 3 minggu sebelum turnamen.

“Seminggu kami latihan poomsae dua kali. Ada saat latihan di ITN, ada juga saat latihan di tempat pelatih klub kami,” terang pemegang sabuk kuning strip hijau.

Dia sendiri baru berlatih Taekwondo selama kurang lebih 2 tahun. Sementara, Pamungkas yang meraih emas di kelas pertarungan, mengaku menghadapi tuan rumah di babak final, yaitu atlet dari Surabaya.

“Sistemnya 3 ronde. Tiap ronde 1 menit. Tetapi, kalau tendangan masuk terus sampai selisih 20, pertandingan selesai,” kata pemegang sabuk hijau ini.

Tiap tendangan masuk perut bernilai 2. Tendangan masuk kepala bernilai 3. Kemudian, tendangan berputar dan masuk, bernilai 4. “Kalau KO atau selisih 20, pertandingan selesai. Syukur saya menang telak, selisih poin lebih dari 20,” katanya.

Ini merupakan turnamen offline pertama para atlet taekwondo dari ITN Malang tersebut. Sebelumnya, mereka harus menjalani turnamen online. Saat itu, kelas kyorugi atau pertarungan tidak ada, dan berganti speed kicking.

Ke depan, para atlet taekwondo ITN Malang ini membidik kejurnas yang rencananya akan terselenggara di Banten pada 2022 mendatang. (ris)

Editor :