KLIKJATIM.Com | Gresik- Manajemen PT Barata Indonesia (Persero) mentargetkan penyelesaian pabrik roda kereta api di Kabupaten Gresik tahun ini. BUMN industri baja ini menginvestasikan dana senilai Rp 500 miliar untuk membangun pabrik roda KA tersebut.
[irp]Kebutuhan roda KA ini, terutama oleh PT Industri Kereta Api (Inka) pemakaiannya cukup besar di Indonesia namun masih impor. Karena tidak mudah produksi roda kereta api.
"Saat ini kebutuhan roda KA masih dipasok dari Tiongkok dan Eropa. Dengan selesainya pabrik roda KA ini kami berharap bisa memenuhi kebutuhan komponen kereta api dalam negeri," kata Direktur Utama Barata Indonesia Fajar Harry Sampurno.
Dikatakan, produk roda kereta pasarnya meningkat seiring dengan gencarnya pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Kebutuhan roda kereta diperkirakan mencapai 20.000 unit, yakni untuk kebutuhan kereta rel listrik (KRL), light rail transit atau Lintas Raya Terpadu (LRT), dan Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT).
[irp]"Sejak 2018 negara mengalami defisit neraca perdagangan, karena tingginya nilai impor, dan terdepresiasinya mata uang rupiah. Misalnya saja pada periode 2018 sebanyak 75 �han baku industri diimpor. Sehingga keberadaan pabrik tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi defisit neraca perdagangan," imbuh Dirut PT Barata. (fan/mkr)
Editor : Redaksi