klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Warning Gubernur Khofifah di Tengah Musibah : Jangan Menambah Duka Demi Eksis di Medsos

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Sejumlah masyarakat tampak sedang foto di kawasan terdampak eruspi Gunung Semeru. (screenshot akun IG @khofifah.ip/klikjatim.com)
Sejumlah masyarakat tampak sedang foto di kawasan terdampak eruspi Gunung Semeru. (screenshot akun IG @khofifah.ip/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa memberikan warning alias peringatan kepada seluruh masyarakat di tengah musibah bencana erupsi Gunung Semeru. Utamanya bagi warga Jatim.

[irp]

Hal itu menyusul beredarnya video berisi sejumlah orang yang tengah asik berfoto-foto di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru beberapa waktu lalu.

Diketahui tampak dalam video, sejumlah pria dan wanita berada di kawasan terdampak erupsi. Di situ, mereka asik berfoto di tengah bebatuan dan lahar akibat erupsi Gunung Semeru.

"Masyarakat Jawa Timur yang baik. Aksi dalam video di atas tidak untuk dicontoh," tegas Khofifah lewat akun Instagramnya @khofifah.ip, Selasa (14/12/2021).

Lanjut Khofifah dalam tulisannya menyebut, seharusnya masyarakat bisa membangun rasa empati dan menjaga perasaan para korban erupsi di Lumajang. Caranya, yakni dengan tidak menjadikan lokasi bencana sebagai arena wisata dan berswafoto atau selfie.

Pasalnya, kata Khofifah, saat ini kesedihan para korban erupsi Semeru belum usai.

"Yuk, bangun empati dan jaga perasaan korban dan keluarganya dengan tidak menjadikan lokasi bencana sebagai arena wisata dan selfie. Kesedihan mereka belum usai, jadi jangan menambah duka mereka ya demi eksistensi di media sosial. Maturnuwun," pungkasnya.

Hingga berita ini dituliskan, unggahan video orang nomor satu di Pemprov Jatim itu pun mendapat like sebanyak 24.290, dan ragam komentar dari para netizen. Salah satunya dari akun @nina_chusna.

Ia mengatakan bahwa mereka perlu mendapat peringatan keras. "Perlu diberi peringatan keras ibu, krn sangat berbahaya.. Dan tdk punya empaty, di tengah bencana tp berfoto foto..," tulisanya. (nul)

Editor :