KLIKJATIM.Com | Gresik--Ratusan buruh PT New Era Rubberindo mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Gresik. Mereka mengawal sidang gugatan yang diajukan para buruh lantaran gaji tak terbayarkan.
[irp]
Dalam gugatan ini para buruh menuntut pihak perusahaan untuk membayar gaji dan mencairkan tunjangan hari raya (THR) tahun 2020 dan 2021.
Dari data yang dihimpun klikjatim.com, Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Pengadilan Negeri (PN) Gresik menyatakan gugatan yang diajukan puluhan buruh PT Newera Rubberindo Gresik cacat formil.
Dalam amar putusannya, majelis hakim yang diketuai Eddy menerangkan jika terdapat perbedaan penulisan antara tanggal, bulan dan tahun kelahiran beberapa penggugat di surat kuasa khusus kuasa hukum dengan surat gugatannya. Di antaranya penggugat nomor 54,59, 60 dan 82.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, majelis hakim menyatakan gugatan para buruh dinyatakan tidak dapat diterima. Oleh karena itu, majelis hakim tidak perlu lagi mempertimbangkan pokok perkara yang diajukan para buruh.
Selain tidak menerima gugatan para buruh, majelis hakim juga menolak eksepsi yang diajukan pihak tergugat (PT Newera Rubberindo).
“Dalam eksepsi, menolak eksepsi tergugat. Dalam pokok perkara, menyatakan gugatan para penggugat tidak dapat diterima, menghukum para penggugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini sebesar 500 ribu rupiah,” ucap Ketua Majelis Hakim Edyy saat membacakan amar putusannya di ruang sidang PN Gresik, Kamis (9/12/2021).
Effendi selaku kuasa hukum para buruh belum menyatakan menerima. Pihaknya akan mengkaji ulang putusan hakim untuk mengambil langkah hukum selanjutnya.
“Kami akan pikir-pikir dulu, masih ada 14 hari untuk menyatakan sikap,” ucapnya.
Terpisah, Aulia Rachman selaku kuasa hukum PT Newera Rubberindo juga menyatakan pikir-pikir.
“Hasil putusan ini akan kami sampaikan ke direksi dulu,” terangnya.
Ifa Nur Sila, buruh PT Newera Rubberindo yang bekerja sejak tahun 1997 dibagikan material spon. Juga mengaku belum menerima gajian.
"Gaji saya belum dikasih 4 bulan, perbulan gaji 3,8 juta. THR juga tidak dikasih. Nilainya 1,5 juta,” ujarnya.
Di Lapangan, sidang pembacaan putusan gugatan para buruh ini mendapatkan pengamanan dari Polres Gresik. Dan massa aksi membawa satu mobil komando dan ratusan sepsfa motor.(mkr)
Editor : Redaksi
Ratusan Pelajar Pasuruan dan Sekitarnya Ikuti Seminar Inspiratif AHM Best Student 2026
Ratusan Pelajar Pasuruan dan Sekitarnya Ikuti Seminar Inspiratif AHM Best Student 2026…
Belum Bisa Naik Motor? Belajar dari Awal dengan Benar, Jadi Jago Cari_Aman Biar Happy
KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Mengendarai sepeda motor merupakan keterampilan yang perlu dipelajari dengan benar sejak awal. Sayangnya, masih banyak masyarakat y…
TPS Perkuat Pengawasan Peredaran Satwa Liar di Pelabuhan Tanjung Perak Lewat Sinergi Lintas Instansi
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Pengawasan terhadap potensi peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar (TSL) melalui jalur logistik di Pelabuhan Tanjung Perak terus d…
Mutasi Besar Polri, Polda Jatim Ganti 17 Kapolres dan Kapolresta
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Jajaran kepolisian di Jawa Timur mengalami penyegaran kepemimpinan menyusul mutasi besar-besaran yang dilakukan Kapolri Jenderal L…
PLN Berbagi Semangat dengan Anak Pejuang Kanker, Hadirkan Dukungan Moral di Rumah Singgah Jakarta
KLIKJATIM.Com | Jakarta – Komitmen untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat terus diwujudkan PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (…
KAI Daop 7 Madiun Sosialisasikan Keamanan di Perlintasan KA Sebidang
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun, Jawa Timur, memberikan edukasi kepada pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas di perlintasan sebid…