KLIKJATIM.Com | Tulungagung--Potensi penyebaran varian covid-19, Omicron menjadi ancaman baru di masa pandemi ini.
[irp]
Sejumlah daerah telah menerapkan tes acak untuk mengantisipasi potensi penyebaran Omicron, namun kebijakan tersebut belum diambil oleh Satgas Covid-19 Tulungagung.
Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Kasil Rohmat yang dikonfirmasi kemarin.
"Kita belum ke arah sana kebijakannya," jelas Kasil.
Kasil menyebut, sampai saat ini Kementrian Kesehatan dan WHO juga masih mempelajari lebih dalam soal mutasi terbaru Covid-19 tersebut.
Wilayah benua Afrika masih menjadi lokasi yang ditemukan varian tersebut, kendati belum ada kepastian namun Kasil mengungkapkan, varian Omicorn disebut lebih cepat menyebar dibandingkan dengan varian delta.
Namun untuk fatality ratenya atau potensi kematainnya belum ada study yang pasti mengenai hal itu.
"Semua kan masih mempelajari ya,baik kementrian maupun WHO, belum ada study pastinya, baik soal penyebaran dan fatality ratenya, kalau untuk kecepatan penyebarannya lebih cepat dibanding varian delta," ucapnya.
Pihaknya berharap, capaian vaksinasi di Kabupaten Tulungagung yang sudah mencapai 65% untuk masyarakat umum dan 55�gi Lansia bisa menjadi tameng mutasi Covid-19 terbaru yang satu ini.
"Apalagi sebagian besar vaksin yang diberikan ke kita kan yang Sinovac, harapannya bisa mempertebal imunitas masyarakat," jelasnya.
Disinggung terkait pemantauan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri ke Tulungagung, pihaknya hanya mengikuti instruksi pemerintah pusat, terlebih Kabupaten Tulungagung bukan pintu masuk PMI.
"Kita tinggal mengikuti aturan dari pemerintah, soal kepulangan PMI," pungkasnya.(mkr)
Editor : Iman