klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Jatim Masih Pantau Bahaya Omicron Hingga Dua Pekan ke Depan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Virus SARS-Cov-2 varian Omicron
Virus SARS-Cov-2 varian Omicron

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim Dr Erwin Ashta Triyono menyebut jika pihaknya masih akan memantau varian baru Covid-19 Omicron hingga dua minggu ke depan.

[irp]

Dr Erwin menjelaskan, tim ahli mikrobiologi sendiri telah memberikan pernyataan bahwa selama dua minggu ke depan masih akan terus mempelajari sifat dari Covid-19 varian baru tersebut.

"Statement sudah diberikan oleh teman-teman ahli mikrobiologi, bahwa kita masih perlu belajar. Jadi, dua minggu ke depan itu pembelajaran terbaik untuk melihat sifat virus ini. Apakah betul mudah menular, kita belum tahu," jelas Dr Erwin, Rabu (1/12/2021).

Dr Erwin menegaskan, kendati demikian bukan berarti terus lengah. Sebab, menurutnya keilmuan membutuhkan waktu untuk mempelajari, khususnya terkait Covid-19 varian Omicron tersebut.

"Yang namanya keilmuan itu butuh waktu untuk mempelajari tabiat virus ini, terutama tabiat virus yang baru mutasi. Kita tunggu dua minggu ke depan," katanya.

Provinsi Jatim sendiri saat ini tengah mewaspadai varian baru Covid-19 Omicron. Berbagai upaya pun telah dilakukan, di antaranya yakni dengan menutup akses warga asing masuk ke Jatim.

Selain itu, kata Dr Erwin, masyarakat Jatim sendiri juga harus patuh terhadap protokol kesehatan (protkes). Menurut Erwin, secara medis prinsipnya virus akan terus bermutasi termasuk Omicron. Dan, itu sudah menjadi hak hidup virus, sehingga mutasi tidak bisa dicegah.

"Tapi yang bisa kita lakukan adalah mencegah jangan sampai virus apapun, termasuk mungkin Omicron masuk ke dalam tubuh kita," ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar menerapkan 6M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, makan makanan bergizi dan cukup, melakukan olahraga, memfilter informasi hoax), kemudian 3T (test, tracing, treatment), dan vaksinasi.

"Kalau kita pengen betul-betul aman dari Omicron atau mutasi-mutasi ke depan, maka 6M, 3T, vaksin menjadi kunci terbaik," tandasnya. (rtn)

Editor :