KLIKJATIM.Com | Gresik —Kasus pembacokan yang dialami Kepala Dusun (Kasun) Barat Sungai, Desa Kotakusuma Kecamatan Sangkapura Pulau Bawean.
[irp]
Ahmad Rizal (32) terus didalami aparat kepolisian. Kini, status dari kasus tersebut naik ke Polres Gresik untuk dilakukan penyidikan.
Kabarnya, Satreskrim Polres Gresik telah memeriksa 8 saksi, dan pelaku masih bebas berkeliaran.
Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro mengatakan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan saksi - saksi untuk memburu keberadaan pelaku yang diketahui sebanyak dua orang.
“Karena aturan penyidikan, kasus tersebut kini ditangani Polres Gresik. Kami masih dalam penyelidikan dan telah memeriksa dan meminta keterangan delapan orang saksi. Pelaku belum diamankan,” ungkap Wahyu, Selasa (30/11/2021).
Seperti diberitakan sebelumnya, Ahmad Rizal sempat dirawat intensif di RSUD Ibnu Sina Gresik, akibat luka bacokan. Tangan dan punggungnya robek karena tebasan senjata tajam (sajam) celurit. Beruntung nyawanya masih tertolong.
Pembacokan itu terjadi pada Selasa (26/10/2021) sekitar pukul 22. 00 WIB. Saat itu korban mengendarai sepeda motor seorang diri hendak pulang dari Alun-alun Bawean. Di tengah perjalanan, tepatnya di area jembatan antara Dusun Bengko Sobung dan Barat Sungai desa setempat, Rizal dihadang dua orang tak dikenal.
Korban awalnya tidak menaruh curiga. Korban berpikir dua orang itu sedang mencari burung atau ikan di malam hari. Nahas, saat posisi korban sudah dekat, dua orang itu langsung menyabetkan sajam yang dibawa dan mengenai tubuh korban.
Rizal yang tidak ada persiapan pun akhirnya terluka. Ia lantas berlari menuju perkampungan warga untuk mencari pertolongan. Sepeda motornya ditinggal di tempat kejadian perkara dan ia berlari dengan kondisi darah bercucuran dari lukanya.
Anehnya, motor korban tidak dibawa pelaku. Pelaku bukanlah begal melainkan orang yang memiliki persoalan pribadi dengan korban. Namun demikian, Kasak-kusuk tersebut belum bisa diungkap kepastiannya. Polisi masih memburu pelaku. (rtn)
Editor : Redaksi