KLIKJATIM.Com | Gresik — Meningkatnya volume limbah di Kabupaten Gresik dari tahun ke tahun harus dibarengi dengan kemampuan mengelolah limbah agar tidak membahayakan lingkungan.
[irp]
Karena itu, PT. Smelting menggandeng Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair) menggelar pelatihan pengelolaan limbah inovatif yang melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan masyarakat sekitar di Kecamatan manyar. Para peserta akan diberikan wawasan pengelolaan limbah terapan.
Direktur Pascasarjana Unair Prof. Badri Munir Sukoco memaparkan, meningkatnya aktivitas ekonomi baik dalam skala industri maupun UMKM harus disiapkan pula fasilitas pengelolaan ampas industri, alias limbah.
"Pun demikian skill sumberdaya manusianya harus memiliki keterampilan yang baik dalam pengelolaan limbah," ujarnya dalam pembukaan pelatihan tersebut, Senin (29/11/2021).
[caption id="attachment_89073" align="alignnone" width="300"]
Peserta mendengarkan antusias paparan dari dosen Pasca Sarjana Unair dalam pengelolaan limbah[/caption]
Tak hanya limbah industri, menurut Prof. Badri, limbah rumah tangga bila tidak dikelola pun akan membahyakan lingkungan dan penghidupan masyarakat.
"Karena itu pelatihan seperti ini penting, karena manusia bagian dari lingkungan juga. Kalau lingkungan rusak, keberlangsungan masyarakat pun juga terancam," ungkapnya.
Sementara, Direktur PT. Smelting Irjuniawan P Radjamin menjabarkan, dukungan terhadap pelatihan pengelolaan limbah inovatif ini merupakan bentuk komitmen PT. Smelting terhadap upaya pelestarian lingkungan.
"Sedari awal aktivitas industri kami salah satu tujuannya mengurai bahaya limbah yang dihasilkan tambang, sehingga zat-zat yang berbahaya dalam konsentrat tambang bisa dipisahkan dan dimanfaatkan untuk industri hilir," jelas Wawan, sapaan akrabnya.
[caption id="attachment_89074" align="alignnone" width="300"]
Prof Suparto Wijoyo, Wakil Direktur Pasca Sarjana Unair saat memberikan paparan di depan peserta[/caption]

Pengelolaan lingkungan, lanjut wawan, dalam level tertentu harus melibatkan masyarakat, terutama dalam pengelolaan limbah rumah tangga dan UMKM.
"Ya seputar pengelolaan limbah ringan terapan, karena tanggung jawab lingkungan tanggung jawab kita semua," tandas Wawan. (ris)
Editor : Abdul Aziz Qomar