KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Satu lagi korban tragedi perahu terbalik di Bengawan Solo Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro ditemukan, Jumat (5/11/2021). Petugas belum mengetahui identitas jenazah yang ditemukan.
[irp]
Korban berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan sejauh 3,3 kilometer dari lokasi titik korban terjatuh. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal. Saat ini korban langsung mendapatkan perawatan medis ke RSUD dr Koesma Tuban.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Surabaya Hari Adi Purnomo memebenarkan, jika timnya berhasil menemukan satu lagi korban tenggelam tragedi perahu terbalik di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.
"Iya petugas berhasil menemukan satu lagi korban perahu tenggelam adapun ciri-cirinya masih dilakukan indentifikasi di rumah sakit," katanya Jum'at (5/11/2021).
Sedangkan korban sebelumnya yang berhasil ditemukan ada sebanyak tiga orang. Mereka adalah, Agus Tutin (23), warga Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, Kasian (60), operator perhau, warga Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro dan Toro (40) penumpang (pekerja proyek), warga Kabupaten Rembang.
"Total dalam pencarian hari ke dua dan ketiga ini ada empat korban tenggelam yang sudah ditemukan. Mereka semua dipastikan dalam keadaan meninggal dunia," terangnya.
Sebelumnya sesuai yang diberitakan, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wib, Rabu (3/11/2021). Bermula perahu tambang atau perahu penyebrangan yang tengah mengangkut penumpang dari Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban menuju Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro Jawa Timur.
Sesampai di tengah arus, tiba-tiba air Bengawan Solo yang semula tenang berubah menjadi air pasang. Hal itu membuat perahu sedikit bergoyang. Tanpa disadari gelombang air itu membuat, salah seorang dari penumpang panik lalu meloncat ke sungai Bengawan Solo.
"Dari satu orang meloncat itu, membuat banyak penumpang panik. Seketika perahu oleng kemudian tenggelam," kata Rozikin warga sekitar.
Dia menyebutkan, olengnya kapal penyebrangan diduga karena kelebihan muatan. Sebab selain ditumpangi manusia, perahu tersebut juga mengangkut belasan sepeda motor.
Adapun, dari kejadian itu, tidak semuanya berakhir tenggelam dan meninggal dunia. Ada 10 orang yang berhasil diselamatkan usai tragedi perahu terbalik tersebut. Mereka adalah, Mardiani (58), Hafid (4), Mujianto (30), Budi (35), Arif Dwi Setiawan (39), dan Mat Sarmuji (56).
Kemudian, Abdullah Dimyati Al Adim (3), Tasmiatun Nikmah (33), Novi Andi Susanto (29) dan Abdul Hadi (9). Dari semua penumpang yang berhasil diselamatkan rata-rata adalah penumpang dan satu oeperator perahu.(*)
Editor : M Nur Afifullah