KLIKJATIM.Com | Tulungagung—Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur, Brigjen Pol Mohammad Aris Purnomo, yang menyambangi Kabupaten Tulungagung, pada Selasa (26/10/2021). Mohammad Aris menyebut, rehabilitasi rawat inap di Jatim baru ada di sejumlah kota besar seperti Surabaya dan Malang.
[irp]
Namun mulai tahun ini, satu lagi kabupaten yang memiliki rehabilitasi rawat inap adalah Kabupaten Tulungagung. Mohammad Aris mengapresiasi kepedulian pihak ketiga yakni Trisna Health Voluntery Center (HVC) dalam membangun lokasi rehabiitasi rawat inap untuk korban dan pecandu narkoba di Tulungagung.
"Tidak semua kota kabupaten memiliki fasilitas seperti ini,kita juga mendorong agar masing masing kota kabupaten melalui kebijakannya bisa mendorong berdirinya rehabilitasi rawat inap seperti di Tulungagung ini,"ujarnya.
Pihaknya yakin, semakin banyak lokasi rehabilitasi rawat inap di masing masing kabupaten, bisa mempercepat program pemerintah soal rehabilitasi bagi korban dan pecandu narkoba. Sehingga semakin banyak generasi anak bangsa yang bisa diselamatkan dan dibebaskan dari jerat Narkoba.
"Temuan kasus kita rata rata pertahun itu 6000 kasus, dan sama juga di Tulungagung, kalau data di kita untuk Tulungagung itu sebagian besar adalah peredaran Pil Koplo," ungkapnya.
Sementara itu, Owner Trisna HVC, Triswati Sasmito mengatakan, rehabilitasi yang dimilikinya telah beroperasi sejak setahun terakhir namun baru hari ini diresmikan setelah kerja sama antara pihaknya dan BNN terlaksana. Pihaknya menyebut, dengan fasilitas yang ada, rehabilitasi rawat inap ini mampu menampung 40 orang sekaligus.
"Saat ini masih terisi 15, dari kapasitas 40 orang yang tersedia, bisa dimaksimalkan oleh korban maupun pecandu," tuturnya.
Ketika pertama kali masuk, pecandu akan menjalani assesment oleh tim,kemudian mereka akan mengikuti program sesuai arahan petugas yang telah mendapatkan pelatihan dan memiliki kompetensi. Mereka akan mendapatkan treatment dari tenaga ahli untuk bisa lepas dari ketergantungan Narkoba seperti yang selama ini dialaminya.
"Ada paket 3 bulan namun kita juga tidak hanya itu saja sebab ada juga paket 6 bulan untuk memastikan mereka ini benar benar sembuh dan tidak terjerumus lagi," jelasnya.(mkr)
Editor : Iman