klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Polres Gresik Gelar Rekonstruksi Tewasnya Remaja di Driyorejo

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
RN saat memperagakan adegan membonceng SF sebelum mengalami kecelakaan tunggal (Faiz/klikjatim.com)
RN saat memperagakan adegan membonceng SF sebelum mengalami kecelakaan tunggal (Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Tewasnya remaja inisial SF asal Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik memasuki babak baru. Hari ini, Selasa (12/10/2021). Jajaran Satreskrim Polres Gresik menggelar rekonstruksi kejadian yang berlangsung di tempat kejadian perkara. Yakni di kawasan jalan Raya Tenaru Desa Cangkir  depan PT Rama Emerald Multisukses.

[irp]

Peristiwa yang dialami remaja 16 tahun itu membuat masyarakat khususnya warga Desa Petiken Kecamatan Driyorejo penasaran. Mulanya, SF diduga tewas akibat mengalami kecelakaan tunggal. Namun, saat jasadnya ditemukan pada 12 September lalu, tubuhnya dipenuhi luka memar. Bahkan, terdapat luka lebam dan luka tusuk pada bagian kepala korban. Kasus tersebut pun akhirnya ditangani jajaran Satreskrim Polres Gresik.

Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro membenarkan rekonstruksi tersebut. Namun pihaknya belum bisa memberikan keterangan mendalam tentang perkembangannya. “Masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Mohon doanya,” ungkapnya.

Alumnus Akpol 2015 itu akan segera menindaklanjuti laporan dari rekonstruksi tersebut. Khususnya, berkaitan dengan adegan yang diperagakan. Serta dikaitkan dengan keterangan para saksi yang sebelumnya sudah menjalani proses pemeriksaan. “Nanti malam akan segera kami bahas bersama tim penyelidik. Mohon waktu, perkembangan lebih lanjut akan segera kami sampaikan,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rekonstruksi tersebut menyertakan lima saksi. Dan hanya memperagakan dua kejadian. Yakni, saat korban bersama rekan-rekannya melakukan pesta miras. Serta, saat korban mengendarai sepeda motor bersama RN hingga akhirnya dikabarkan mengalami kecelakaan.

Keluarga korban Sujiadi ayah korban pun sempat emosi. Sebab, banyak adegan yang tidak diperagakan secara gamblang. Bahkan bapak tiga anak itu meyakini bahwa SF mengalami penganiayaan hingga akhirnya meninggal dunia. Bahkan, saat rekonstruksi, pria 52 tahun itu berulang kali menunjukkan foto korban dengan kondisi penuh luka.

“Kecelakaan seperti apa sampai luka begini. Apalagi, hanya di bagian kepala saja, sangat tidak wajar,” ucapnya dihadapan petugas.

“Khususnya saat anak saya dikepung empat hingga enam orang tidak kenal. Padahal sudah ada saksi yang sudah bersedia memberikan keterangan. Ada maksud apa kok terkesan ditutup-tutupi?” tambah Sujiadi.

Kendati demikian, Sujiadi tetap menghormati jalannya proses hukum. Pihaknya juga berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut. “Semoga bisa  membuka secara gamblang siapa saja yang terlibat,” imbuhnya. (bro)

Editor :