klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

BRI Krian Gelar Pelatihan Pemberdayaan Klaster Usaha Diversifikasi Produk Olahan Kunyit

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo--Bank BRI memiliki komunitas yang bernama Srikandi BRI. Komunitas yang anggotanya adalah pekerja wanita di Bank BRI tersebut dibentuk sebagai wujud kepedulian BRI terhadap perempuan. Selain itu juga sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas perempuan. 

[irp]

Srikandi BRI telah melakukan berbagai program dan kegiatan  dengan tujuan  meningkatkan kapabilitas perempuan. Kali ini Srikandi BRI Regional office Surabaya menggelar pelatihan pemberdayaan klaster usaha diversifikasi produk olahan kunyit. Acara tersebut digelar di kantor desa  Sidoraharjo, Kedamean, Rabu (6/9/2021). 

Regional CEO BRI Surabaya Triswahyu Herlina mengatakan, Srikandi BRI kembali merealisasikan kepedulian terhadap masyarakat khususnya wanita melalui program pemberdayaan perempuan yang merupakan upaya pemampuan perempuan untik memperoleh akses dan kontrol terhadap sumber daya dan meningkatkan rasa percaya diri untuk mampu berperan dan membangun kemampuan kaum perempuan. Ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari program pemberdayaan  kepada ekosistem bisnis klaster untuk meningkatkan kapasitas usaha.

Salah satunya adalah Klaster Kunyit di kelompok  Kunyit Makmur Sejahtera Kedamean yang akan mendapatkan bantuan berupa pelatihan dan peralatan usaha senilai Rp. 100 juta.

"Harapan kami klaster kunyit  asam ini dapat semakin bersinergi dengan BRI" ujar Herlina.

Pemimpin cabang BRI Krian Muhammad Naufal Thoriqi  menambahkan, BRI mempunyai program kerja untuk membesarkan klaster usaha yang dibawa binaan BRI supaya naik kelas. Sehingga UMKM  tidak hanya di pasaran bawah saja namun ke depan bisa  mempunyai nilai tinggi.  

Dia menjelaskan, sifat bantuan dari BRI  untuk kegiatan produktif yaitu dalam bentuk sarana prasarana dan pelatihan agar apa yang diberikan bisa menghasilkan.

Kepala Desa Sidoraharjo Suwoto mengatakan, dengan adanya pelatihan ini dia berharap  olahan produk kunyit  bisa menjadi  olahan yang lebih menarik sehingga bisa menembus pasar modern. (rin)

Editor :