KLIKJATIM.Com | Ngawi - Kendati beruangkali diimbau bahkan diancam dengan sanksi, namun penggunaan jebakan tikus beraliran listrik tetap dilakukan di Kabupaten Ngawi. Akibatnya kini ada korban lagi yakni Juwarno (67) pensiunan PNS sekaligus pemilik sawah yang meninggal karena tersengat aliran listrik.
[irp]
"Kejadiannya tadi malam. Kami mendapat laporan itu sekitar pukul 20.00 wib. Lokasinya di area persawahan Desa Beran, Kecamatan Ngawi kota, " ujar Kapolres Ngawi, AKBP Wayan Winaya, Selasa (5/10/2021).
Untuk kronologinya, Wayan mengatakan bahwa salah satu teman korban melihat sepeda motor korban masih terparkir di pinggir sawah. Padahal saat itu sudah jelang isya.
"Saksi itu sempat memanggil korban. Tetapi tidak ada respond. Akhirnya ada warga yang lewat. Keduanya pun sepakat ke sawah korban, " katanya.
Rupanya, saat didekati korban dalam keadaan telungkup di sawahnya di dekat meter listrik. Juga terdapat kawat jebakan tikus di bawah tubuh korban dalam kondisi masih ada aliran listriknya karena lampu indikator masih menyala.
"Keduanya memutuskan aliran listrik. Baru melaporkan kejadian ke desa dan diteruskan ke Polsek Ngawi, " tambah Wayan.
Menurutnya saat dilakukan pemeriksaan memang ditemukan beberapa luka bakar. Yakin pada pergelangan tangan kanan, di bagian perut panjang 35 cm lebar 24 cm ke arah dada, di paha sebelah kanan sisi luar dengan panjang 33 cm, pada lengan kanan sisi dalam dengan panjang 52 cm dan luka bakar pada lengan kiri atas sisi luar dengan panjang 20 cm.
"Jadi murni tersengat alur listrik dilihat dari lukanua. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, " tegasnya.
Batang bukti yang diambil yakni kawat baja dengan panjang 10 meter, 3 batang pecahan bambu dengan panjang 40 cm yg digunakan sebagai tiang pengikat kawat.
Wayan kembali mengingatkan petani atau pemilik sawah di Ngawi untuk tidak memasang jebakan tikus beraliran listrik. Pasalnya bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain.
"Ini korban ke empat tahun ini. Kalau sampai memasang dan mencelakan orang lain ada pidananya. Jadi jangan pasang jebakan tikus beraliran listrik, " pungkasnya mengingatkan. (rtn)
Editor : Fauzy Ahmad