klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Antisipasi Penyebaran Covid - 19, Terminal Gayatri Ujicobakan Aplikasi Peduli Lindungi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Aplikasi Pedulilindungi saat diterapkan kepada calon penumpang di terminal Gayatri, Tulungagung
Aplikasi Pedulilindungi saat diterapkan kepada calon penumpang di terminal Gayatri, Tulungagung

KLIKJATIM.Com |Tulungagung - Sejak dua minggu yang lalu Terminal Gayatri Tulungagung menjadi salah satu terminal di Provinsi Jawa Timur yang ditunjuk untuk menerapkan pemeriksaan calon penumpang bus menggunakan aplikasi peduli lindungi.

[irp]

Koordinator Satpel Terminal Gayatri Tulungagung, Dukut Siswantoyo yang dikonfirmasi pada Jumat (17/09) mengatakan, untuk mewujudkan hal itu, pihaknya menempelkan barcode di pintu masuk terminal.

Kemudian selama ujicoba ini petugas mengarahkan calon penumpang yang akan masuk ke terminal untuk melakukan scanning barcode menggunakan aplikasi peduli lindungi yang telah terpasang di handphon calon penumpang.

Aplikasi calon penumpang yang telah menerima dua kali vaksin bakal menunjukkan warna hijau, kemudian calon penumpang yang mendapatkan satu kali vaksin akan menunjukkan warna kuning, sedangkan calon penumpang yang belum divaksin akan berwarna merah , lalu calon penumpang yang terkonfirmasi Covid-19 akan berwarna hitam.

"Nah yang warna hitam ini yang harusnya ndak boleh masuk, selama ini kami juga belum menemukan yang berwarna hitam ini," ujarnya.

Dukut menyebut, ujicoba ini dilakukan untuk melihat kesiapan calon penumpang terhadap aturan penggunaan aplikasi peduli lindungi sebelum berangkat pergi menggunakan moda transportasi bus antar kota.

"Evaluasi nantinya pasti ada, sebab inikan masih ujicoba penerapan, nanti kebijakannya seperti apa, nanti hasil evaluasi," ucapnya.

Sejauh ini menurut Dukut, masih banyak calon penumpang yang belum menginstal aplikasi tersebut di handphonennya, sebab pengguna moda layanan transportasi bus antar kota merupakan masyarakat dengan kelas ekonomi yang berbeda dengan calon penumpang untuk moda transportasi kereta maupun pesawat.

Dari data yang dikumpulkan pihaknya, dalam sehari terpantau 5 sampai10 orang yang sadar memanfaatkan penerapan aplikasi ini, padahal jumlah penumpang yang naik dari Terminal Gayatri mencapai ribuan orang.

"Paling dalam sehari itu 5 sampai 10 orang yang sadar, kadang petugas kita yang mengedukasi penumpang yang sudah masuk dan duduk di bangku penumpang,"ucapnya.

Sementara itu calon penumpang tujuan Malang yang berangkat dari Terminal Gayatri Tulungagung, Denna Zulfa mengaku sudah memiliki aplikasi peduli lindungi.

Menurutnya aplikasi tersebut diperlukan mengingat banyak tempat pelayanan publik yang menjadikan syarat aplikasi tersebut untuk bisa masuk ke dalamnya.

"Punya aplikasi ini beberapa waktu yang lalu karena memang perlu, kalau tadi ndak cek pas masuk ke terminal, karena memang ndak tau,"ujarnya. (rtn)

Editor :