KLIKJATIM.Com | Gresik — Dalam rangka penanggulangan bencana banjir kali Lamong, Pemerintah Kabupaten Gresik terus dikebut. Hari ini, Selasa (31/08/2021). Bertempat di kantor kelurahan Tambak Beras Kecamatan Cerme, diadakan acara pembagian ganti untung pengadaan tanah yang terkena pembangunan pengembangan sistem pengendalian banjir Kali Lamong.
[irp]
Pembagian ganti untung ini menyarasar Desa Tambak Beras dan Jono Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Secara keseluruhan, jumlah bidang yang akan dinormalisasi sebesar 54 Bidang, melintasi 5 Desa dan 2 Kecamatan dengan total 4,9 Ha dan senilai 23,79 Milyar. Sisa lahan yang akan dikebut pemberian ganti untungnya sebanyak 44 bidang ditargetkan akan dilakukan bertahap pada bulan September 2021. Pembebasan lahan ini dilakukan secara bertahap karena jika luas tanah yang dibebaskan lebih dari 5 Ha, maka penentuan lokasi akan menjadi kewenangan Gubernur.
Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani bersyukur agenda pengadaan lahan di Kabupaten Gresik berjalan lancar.
Pria yang akrab dipanggil Gus Yani ini mengatakan, normalisasi Kali Lamong yang membujur sepanjang kurang lebih 62 Km ini menjadi perhatian utama pemerintah Kabupaten Gresik, ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan pemerintahan daerah dalam menanggulangi bencana banjir yang kerap terjadi di sepanjang aliran Kali Lamong.
“Pemerintah Kabupaten Gresik sudah menganggarkan dana sebesar 5 Milyar untuk tahap pertama hari ini, dan teman teman DPRD juga sudah mengganggarkan dana sebesar 30 Milyar untuk kegiatan normalisasi ini,” ucap Gus Yani.
Pemberian ganti untung ini juga merupakan suatu bentuk usaha pemulihan perekonomian dari pemerintah daerah di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Selain itu, Gus Yani juga memberikan apresiasi kepada pemilik lahan yang hadir. “Kami mengapresiasi bapak/ibu yang sudah mendukung program untuk kemanusiaan dalam rangka penanggulangan banjir. Semoga ini menjadi rezeki yang berkah dan menjadi ladang amal njenengan semua,” ujar Gus Yani.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik mengatakan, dalam laporan yang diterima mengenai progres pengadaan tanah untuk normalisasi Kali Lamong di Kabupaten Gresik, akan diserahkan ganti untung terhadap 10 bidang, yang berada di Desa Tambak Beras sebanyak 8 Bidang dan Desa Jono sebanyak 2 Bidang, dengan total seluas 1,23 Ha senilai total 5,99 milyar. Beliau juga memberikan apresiasi atas kehadiran Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani dalam acara pembagian ganti untung hari ini.
“Saya sangat senang sekali, sudah 7 tahun saya bekerja di Gresik dan belum pernah acara pemberian ganti untung seperti ini disaksikan langsung oleh Bupati,” kata Asep.
Menurutnya, ini merupakan suatu bentuk perhatian yang luar biasa dari pemerintahan Kabupaten Gresik dalam rangka penanggulangan bencana banjir Kali Lamong.
“Pemberian ganti untung ini sejatinya merupakan suatu bentuk penghormatan dari pemerintah kepada pemilik tanah, karena dengan rela memberikan sebagian tanahnya untuk kepentingan masyarakat umum,” tambahnya.
Imam santoso, warga Tambak Beras merupakan salah satu dari 10 penerima ganti untung hari ini mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. Sudah 3 tahun ini para petani Tambak selalu mengalami kerugian karena banjir, sehingga sama sekali tidak menikmati hasilnya. “Alhamdulillah ada respon cepat dari pemerintah kabupaten Gresik dan juga didukung langsung dari provinsi, sehingga sampai hari ini proyek normalisasi bisa berjalan,” ungkap Imam Santoso.
Diketahui, acara pembelian lahan ganti untuk juga dihadiri Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Kepala Dinas pertanahan, Kapolsek Cerme, Kajari Kabupaten Gresik, Camat Kecamatan Cerme Suyono beserta Kepala desa. (bro)
Editor : Redaksi