KLIKJATIM.Com | Surabaya - Warga Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya memprotes keras aktivitas pembangunan gedung The Trans Icon. Pasalnya keberadaan gedung itu dinilai menimbulkan dampak kerugian terhadap warga sekitar.
[irp]
Aan Ainur Rofiq, Ketua RT 1 Menanggal mengatakan, pembangunan gedung The Trans Icon menimbulkan dampak buruk bagi warga sekitar. Mulai dari debu, potongan besi berjatuhan dan sumur warga yang menjadi kering bahkan terkadang mengeluarkan kotoran seperti layaknya semen.
"Yang paling terdampak langsung ada dua RT, yakni RT 1 dan juga RT 2, RW 2 Gayungan, Surabaya. Total yang terdampak ada sekitar 300 Kepala Keluarga," kata Aan, Senin (30/8/2021).
Warga sekitar juga mengirim surat kepada sejumlah dinas terkait. Termasuk ke DPRD Surabaya untuk menanyakan perihal izin The Trans Icon, yang akhirnya ditindaklanjuti dengan menggelar hearing pada Senin (30/8/2021).
Sayangnya, lanjut Aan, rapat dengar pendapat tersebut berhenti di tengah jalan tanpa hasil apa-apa. "Di tengah perjalanan diskusi tadi sekitar satu jam di skorsing karena ketua Komisi A dipanggil oleh ketua dewan. Ketika proses skorsing, tiba-tiba pihak dari Trans Icon meninggalkan ruangan. Saya agak protes karena acara belum selesai tiba-tiba meninggalkan ruangan dan rapat ini belum ketemu hasip apa-apa," tegasnya.
Meski demikian, Aan juga mengatakan bahwa Komisi A akan kembali memanggil The Trans Icon dan warga untuk melanjutkan rapat tersebut. "Kata dewan tadi akan menjadwal ulang rapat ini dengan memanggil pihak The Trans Icon dan juga warga," paparnya.
Aan mengaku akan mengawal permasalahan ini sampai tuntas. Bahkan, dia secara pribadi akan bersurat kepada Chairul Tanjung yang diketahui pemilik The Trans Icon.
"Secara pribadi kita akan bersurat kepada Pak Chairul Tanjung, kita tidak menolak investasi namun lebih baiknya juga memperhatikan warga," pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi