KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Tim Inafis Polres Tulungagng bersama dengan anggota Polsek Bandung dan sejumlah warga desa Sukoharjo kecamatan Bandung menurunkan jenazah WS (45) warga setempat dari salah satu pohon jati yang ada di hutan, pada Senin (30/08/2021) siang.
[irp]
Proses evakuasi ini dilakukan setelah Polisi menerima laporan aksi nekat gantung diri yang dilakukan oleh WS di hutan tersebut.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nenny Sasongko yang dikonfirmasi mengatakan, WS ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi bagia lehernya tergantung di sebuah sarung yang ada diikatkan di pohon jati setinggi 5 meter.
"Kondisinya sudah menggantung di pohon, menggunakan sarung dalam keadaan telanjang dada,"ujarnya.
Pihak kepolisian yang melakukan olah TKP juga menemukan pisau yang ditancapkan di bagian samping pohon dan bercak darah di sekitar lokasi penemuan WS.
"Kita juga menemkan pisau yang tertancap di samping pohon, tempat korban gantung diri,"jelasnya.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di termasuk keluarga WS, kejadian yang menimpa WS dipastikan murni karena gantung diri, sebab sejak beberapa hari sepeninggal ibunya, WS mengalami tekanan mental hingga depresi.
Beberapa kali keluarga korban harus mencari WS yang sempat menghilang ke hutan, hingga akhirnya pada Senin kemarin menjelang subuh, WS kembali menghilang dan pada siang harinya ditemukan menggantung di pohon jati.
"Jadi menurut keterangan keluarga dan saksi, kondiisnya korban ini memang depresi setelah ibunya meninggal dunia,korban sering menghilang kemudian ditemukan lalu menghilang lagi," terangnya.
Nenny mengungkapkan, berdasarkan hasil olah TKP dipastikan sebelum mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, korban berupaya melukai lehernya sendiri dengan pisau yang dibawanya, namun upaya tersebut gagal hingga akhirnya memilih untuk gantung diri.
"Memang ada upaya menggorok lehernya, tapi lukanya bukan luka yang mematikan,"ungkapnya.
Pasca dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga.
Editor : Iman