KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Sesuai dengan data yang disampaikan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Tulungagung, Angka Backlog (keterbutuhan hunian) di Kabupaten Tulungagung tahun 2021 ini mencapai 56 ribu unit.
[irp]Kepala DPKP Tulungagung, Anang Pratistianto yang ditemui kemarin mengatakan, angka tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal, mulai dari jumlah pernikahan yang terus bertambah dan sempat turunnya minat investor untuk melakukan pembangunan perumahan baru di Tulungagung dalam jangka waktu 2-3 tahun belakangan ini.
"Karena yang menikah terus bertambah dan memang sempat ada penurunan minat investor membangun di Tulungagung dalam beberapa tahun terakhir ini," ujarnya.
Anang menyebut, turunnya minat investor ini dipengaruhi beberapa hal, seperti tingginya harga tanah di wilayah perkotaan Tulungagung dan belum terakomodasinya mereka dengan rencana tata ruang di kabupaten Tulungagung.
Oleh sebab itu pihaknya kembali melakukan koordinasi dan mencoba memfasilitasi serta memberikan kemudahan bagi mereka untuk bisa membangun perumahan baru di Tulungagung.
"Akhirnya mereka memilih untuk membangun di kota lain, Kediri, Blitar dan sebagainya,"jelas Anang.
Hasilnya hingga pertengahan tahun ini saja sudah ada 6 unit rumah perumahan baru dengan rata rata tiap perumahan terdapat 50 unit rumah yang dibangun di Tulungagung, bahkan 3 perumahan diantaranya adalah perumahan bersubsidi yang ditujukan untuk MAsyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
"Tahun ini sudah ada peningkatan dibanding tahun kemarin, tahun kemarin selama setahun ada 3 perumahan baru, tahun ini baru pertengahan saja sudah ada 6 perumahan baru,"terangnya.
Selain menggenjot pembangunan perumahan baru, upaya lain yang dilakukan pihaknya adalah dengan memaksimalkan Rusunawa yang telah ada, meskipun saat ini Rusunawa Jepun II yang telah selesai dibangun belum bisa dimaksimalkan karena masih dimanfaatkan untuk penanganan pencegahan Covid-19.
"Kita juga terus mengusulkan penambaha Rusunawa lagi, walaupun untuk yang Jepun II ini masih dimanfaatkan penanganan Covid-19 dan belum bisa dimaksimalkan,"pungkasnya. (rtn)
Editor : Fauzy Ahmad
Mutasi ASN Sumenep, Bupati Fauzi Geser Pejabat di Sektor Pendapatan, Pendidikan, hingga Investasi
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melakukan mutasi dan rotasi jabatan secara besar-besaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten (…
Dicekik ODGJ Nyaris Mati Malah Jadi Terdakwa
Sidang lanjutan perkara ODGJ Sapudi di Pengadilan Negeri Sumenep, Madura, diwarnai suasana serius dan emosional ketika salah satu terdakwa, Musahwan…
BNI Klaim Tak Terima Berkas KPR, Pengembang Bukit Damai Angkat Fakta Berbeda
KLIKJATIM.com | Sumenep – Wakil Pimpinan BNI Cabang Pamekasan Bidang Layanan Bisnis, Silvia Putri, menjawab permasalahan pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (K…
TPS Hadirkan Petualangan Literasi Anak Lewat Cerita Boneka di Terminal Petikemas Surabaya
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Komitmen dalam menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini terus ditunjukkan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Melalui kegiatan e…
Pimpin Apel Bulan K3 Nasional di Gresik, Khofifah Tekankan Pentingnya Ekosistem K3 yang Kolaboratif
Khofifah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen mewujudkan pengelolaan K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif.…
Yamaha Awali 2026 dengan Hadirkan Warna Baru XMAX Connected
KLIKJATIM.Com | Jakarta – Mengawali tahun 2026, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) meluncurkan varian warna baru untuk skutik premium XMAX C…