klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

PLN Siapkan 2 Ton Oksigen Per Hari Atasi Kelangkaan di Tengah Pandemi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Jakarta—PT PLN (Persero) berusaha memenuhi kebutuhan pasokan oksigen dalam penanganan covid-19. Bahkan, PLN siap memproduksi 2 ton oksigen per hari dari 19 pembangkit yang dimiliki.

[irp]

PT PLN saat ini memiliki 19 pembangkit listrik yang dikelola dua anak usaha. Yakni, PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) dan PT Indonesia Power (IP). Langkah ini diharapkan dapat membantu mengatasi krisis pasokan oksigen dalam penanganan Covid-19.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Zulkifli Zaini menjelaskan, produksi oksigen yang dilakukan PLN sesuai dengan Arahan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir untuk mendayagunakan berbagai potensi sumber daya yang dimiliki guna membantu penanganan krisis pandemi Covid-19.

"Untuk itu, PLN memanfaatkan oksigen yang awalnya dibuang ke udara bebas pada sistem pendingin pembangkit oksigen medis murni," kata Zulkifli dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/8/2021).

PLN melalui PJB melakukan uji coba fasilitas produksi oksigen pada 12-30 Juli 2021. Dari tahap uji coba tersebut, telah dilakukan uji dengan pemeriksaan internal.

Selain itu, pengujian oksigen yang dilakukan di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Jakarta (BPFK Jakarta) telah berhasil mendapatkan inspeksi inspeksi pada 5 Agustus 2021 oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sertifikat ini juga menunjukkan hasil kemurnian gas oksigen yang diproduksi oleh PLTGU Muara Karang sehingga dapat digunakan sesuai keperluan medis.

"Proyek percontohan di instalasi pembangkit PJB PLTGU Muara Karang menghasilkan oksigen dengan kemurnian 99,99 persen," katanya.

Terkait penyiapan fasilitas produksi oksigen, Zulkifli menambahkan, PJB mengutamakan prinsip kerja dengan melakukan elektrolisa air murni untuk pemisahan gas sehingga dihasilkan hidrogen dan oksigen.

Adapun selain PLTGU Muara Karang, masih ada tujuh unit pembangkitan lainnya di bawah pengelolaan PJB yang berpotensi menghasilkan oksigen.

"Sehingga total potensi kapasitas produksi oksigen di pembangkitan PJB mencapai 1,18 ton per hari," ungkapnya.

Sementara itu, potensi produksi optimal oksigen di 19 instalasi pembangkit PLN mencapai 2 ton per hari. Selama ini, beberapa pembangkit listrik PLN memiliki instalasi pembangkit hidrogen yang menghasilkan gas hidrogen sebagai pendingin generator listrik.

Adapun produksi oksigen selama ini, merupakan produk sampingan dari proses tersebut di lepas ke udara (produk utama adalah hidrogen yang dibutuhkan sebagai pendingin).

Apresiasi dari Menteri BUMN

Inovasi PLN memproduksi oksigen yang mencukupi untuk kebutuhan masyarakat pandemi, mendapat apreasiasi dari Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau langsung fasilitas produksi oksigen di PLTGU Muara Karang, pada Kamis (12/8/2021).

Menurut Erick, terobosan yang dilakukan PLN layak dijadikan contoh untuk perusahaan lain.

"Hari ini saya mengucapkan terima kasih kepada PLN yang memberikan terobosan pada sesuatu yang tadinya tidak bermanfaat, 5 kali akhirnya menjadi oksigen yang mengalir dari tes dari Kementerian Kesehatan. Terlebih lagi, nilai investasi yang dikeluarkan PLN tidak terlalu besar,".

Ia menambahkan peran PLN menjadi bukti nyata bahwa BUMN benar-benar hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, BUMN jangan pernah lelah melayani masyarakat melalui terobosan yang dilakukan dengan bergotong-royong.

Produksi oksigen PLTGU Muara Karang dapat memenuhi kebutuhan rumah sakit yang membutuhkan sekitar 30 meter kubik (m3) per hari.

Pendistribusian tabung gas oksigen dilakukan secara simbolik oleh Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dan Komisaris Utama PLN Amien Sunaryadi, serta disaksikan oleh Menteri BUMN dengan menyerahkan 1 m3 langsung kepada Direktur Utama RSUD Pasar Minggu dan Direktur Utama RSI Cempaka Putih.

Melalui ini pula, tabung gas oksigen hasil PLTGU Muara Karang secara serempak tersalurkan ke rumah sakit yang membutuhkan, rumah rujukan Covid-19 dan rumah sakit pembangkit.

mekanisme dan pengambilan tabung sendiri diatur untuk setiap rumah sakit yang sesuai dengan kriteria agar dapat memperoleh oksigen dari PLN setiap dua hari sekali.(*)

Editor :