klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kibarkan Bendera Putih Untuk PPKM Level 4, Pelaku Usaha Sound System Ngawi Menyerah

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Salah satu pelaku usaha mengibarkan bendera putih
Salah satu pelaku usaha mengibarkan bendera putih

KLIKJATIM.Com I Ngawi - Puluhan pelaku jasa sewa sound sistem di Kabupaten Ngawi menyerah. Mereka mengibarkan bendera putih dan turun ke jalan.

[irp]

Terlihat, mereka  menawarkan peralatannya kesiapa saja yang lewat. Mereka berdalih terpaksa menjual untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membayar agunan bank.

"Ya selama pemberlakuan PPKM Level 4 di Ngawi kami tidak bisa bekerja apapun, " ujar salah satu pekerja jasa penyewaan sound sistem, Yanto Halim, Rabu (4/8/2021).

Padahal, kata dia, setiap hari harus ada pengeluaran. Contohnya untuk makan. Tidak hanya itu juga tagihan bank yang tiap bulan petugasnya datang.

"Terus terang kami menangis saat ini, menjual peralatan jalan satu satunya karena tidak ada yang menyewakan dan tidak dipakai. Selain itu kami tidak ada bantuan dari pemerintah," katanya.

Menurutnya, aksi ini adalah puncak unek-unek. Dengan  menggunakan truk dan mobil pic up turun ke jalan kibarkan bendera putih sebagai simbol menyerah terdapat pemberlakuan PPKM oleh Pemerintah.

Mereka ramai ramai memajang perlengkapan dipingir jalan Sidorejo Kecamatan Kendal, mereka juga melelang perangkatkya mulai dari Rp. 40 juta hingga ratusan juta.

"Ini mungkin jalan satu-satunya. Memang sebenarnya untuk mencari nafkah barang-barang ini, " sambung Sugeng.

Dia mengklaim jika barang tersebut dipertahankan, tidak ada yang menyewa. Dia mengaku menjual box spiker power dan lain komplit dijual ini ada Rp 80 sampai 90 juta.

"Jika terus ppkm ada yang mau beli tapi tidak ada uang bisa dituklar ternak atau pun beras buat makan sehari-hari," kata pemilik sound, Sugeng.

Mereka juga mengaku usaha sound sistem ini modal awalnya dari pinjaman bank. Karena dampak pandemi dan pemberlakuan PPKM tidak ada yang menyewa akibatnya tidak dapat membayar angsuran. Aksi puluhan pelaku jasa usaha sound ini bubar setelah perwakilan dari mereka bertemu dengan forkopimca di Polsek Jogorogao. Keluhan mereka akan disampaikan ke - pemerintah. (bro)

Editor :