KLIKJATIM.Com | Gresik - Sertifikat Bimbingan Kawin (Bimwin) belum menjadi syarat untuk nikah. Hal tersebut disampaikan Kepala Kementerian Agama Gresik, Markus pada Seminar Pra Nikah yang diadakan HMI Gresik, Senin (31/12/2019) siang. Kendati demikian sudah banyak yang mencari.
[irp]
Kepala Kementerian Agama Gresik, Markus menjelaskan, sertifikat pranikah tersebut belum ada kepastian sampai saat ini. Andaikan ada yang mengadakan seminar tentang bimbingan pernikahan dan mendapatkan sertifikat itu tidak masalah. "Tapi sampai saat ini belum menjadi syarat nikah," tutur dia.
Markus menambahkan, sertifikat pra nikah ini sifatnya tidak wajib, karena memang belum ada kepastian dari pemerintah pusat. Mengikuti bimbingan pra nikah sendiri bertujuan memahami, menjaga, dan menjalani rumah tangga sesuai aturan.
Teknis program yang diwacanakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy itu memang nantinya melalui Kemenag. Sementara yang disampaikan adalah melakukan kurikulum bimbingan pra nikah untuk bekal jalani nikah. "Untuk biaya gratis, tapi ini masih menunggu juknisnya dari pusat," tandasnya.
Narasumber seminar, Abay menjelaskan, keluarga adalah bagian penting pembangunan masyarakat Indonesia. Membangun keluarga yang ideal adalah sama saja membantu pembangunan Indonesia. "Keluarga yang ideal adalah yang saling memahami antara suami dan istri," ujarnya.
Abay juga menerangkan mengenai praktek-praktek pernikahan yang bagus beserta tips, yang bubar di tengah jalan dengan kendala-kendalanya dan berbagai hal mengenai pernikahan.
[irp]
Sementara itu, Ketua HMI Gresik, Umar Faruq menceritakan, Gresik adalah salah satu dari 5 daerah dengan angka perceraian tertinggi di Jatim. Masyarakat Gresik juga tergolong sejahtera, tetapi pemahaman tentang pernikahan perlu ditingkatkan. "Untuk itu kami mencoba menyelesaikan permasalahan masyarakat ini dengan seminar pranikah," katanya.
Apalagi hari-hari ke depan, pernikahan akan diberi syarat sertifikat pranikah yang prosesnya bisa sampai 3 bulan. HMI Gresik memandang perlu untuk menyiapkan keluarga-keluarga yang ideal.
Seminar sendiri dihadiri sekitar 300 peserta dari berbagai kalangan. Turut hadir juga BKKBN Gresik, Dinas Kesehatan Gresik dan Kemenag Kabupaten Gresik. (iz/bro)
Editor : Redaksi