KLIKJATIM.Com | Gresik — Badan Anggaran (banggar) DPRD Gresik dalam rapat evaluasi semester I APBD Gresik tahun 2021 telah menyepakati dilakukan efisiensi belanja barang dan jasa dengan memprioritaskan penanganan covid-19.
[irp]
Salah satu rencana aksi yang telah disiapkan yakni anggaran dialihkan untuk membuat jaringan perpipaan oksigen dari perusahaan penyedia oksiegn PT Samator langsung ke Rumah Sakit Lapangan Gelora Joko Samudeo (Gejos).
“Inisiasi itu memang dari bupati. Kita sangat mendukung langkah stategis yang diambil bupati dalam kondisi darurat ini,” ungkap Ketua DPRD Gresik, Much Abdul Qodir, kemarin.
Dalam rapat anggaran itu, sambung dia, berdasarkan penjelasan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Gunawan Setiadji maka pipa yang ditanam hanya berdiameter 3 dim sepanjang 1 Km dari PT Samator ke Gejos.
“Jadi diameter pipa memang kecil. Makanya, pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat. Tak sampai seminggu bisa kelar,” papar dia.
Pasokan oksigen dari PT Samator langsung dibagi menjadi beberapa selang yang langsung bisa dimanfaatkan oleh pasien. Sehingga, tak perlu ada tempat penampungan berupa tabung penyimpanan.
“Sementara ini, oksigen memang hanya dialirkan ke Gejos. Kalau memang dalam perjalanannya RSUD Ibnu Sina membutuhkan, bisa saja ditambah jaringannya,” jelas dia.
Sejatinya, lanjut Qodir ada kesepahaman antara Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) dan DPRD Gresik dalam melakukan langkah stategis dengan menyiapkan tabung oksigen di setiap desa. Dan pemerintah desa sudah siap untuk langkah darurat itu.
“Meskipun anggaran di desa tak ada, kepala desa sudah siap menggunakan dana talangan. Masalahnya, sulit untuk mendapatkan tabung oksigen,” beber Qodir.
Sementara itu, Kepala DPUTR Gresik Gunawan Setiadji mengatakan bahwa pipa oksigen yang bakal ditanam telah ditanggung oleh PT Samator. Sehingga, tidak menguras dana APBD Gresik tahun 2021.
“Galian dan penopang pipa sudah selesai, sekarang masih tahap penyetrilan pipa. Mungkin Senin (26/07) nanti, baru bisa dipasang,” jelas Gunawan, Jumat (23/7/2021).
Sedangkan tanggungjawab DPUTR Gresik yakni penggalian untuk penanaman pipa, penyediaan penopang pipa hingga rekondisi jalan paska penggalian. Pengerjaan tersebut dilakukan DPUTR dengan menggandeng pihak swasta (Kontraktor) melalui skema penunjukan langsung (PL).
“Ini kan anggaran darurat ya, anggarannya kurang lebih Rp 200 juta. Dikerjakan swasta melalui penunjukan,” tandas Gunawan. (bro)
Editor : Abdul Aziz Qomar