klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bantuan Selama Pandemi Bisa Pakai DD, se-Jatim Masih Terserap 48 Persen

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemerintah Desa (Pemdes) di Jatim mendapat kepercayaan mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk penanganan Covid-19. Jumlahnya sesuai dengan pagu setiap desa minimal 8 persen.

[irp]

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jatim, Mohammad Yasin mengatakan, dana untuk penanganan Covid-19 itu juga termasuk untuk memberi bantuan kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) di tengah PPKM Level 3 dan 4.

"Masih berlaku, selama pandemi masih berlangsung, selama penyebaran Covid-19 masih tinggi dan belum bisa dikendalikan, baik di saat PPKM Mikro, PPKM Darurat maupun PPKM Level 4," ujar Yasin dikonfirmasi klikjatim.com, Jumat (23/7/2021).

Yasin menyebut, alokasi dana tersebut bersifat fleksibel. Artinya, 8 persen dari plot anggaran itu bisa ditambah sesuai dengan kebutuhan penanganan Covid-19 di setiap desa.

"Kalau kurang, silahkan ditambahkan lagi dan ini di luar dari BLT (Bantuan Langsung Tunai) Dana Desa. Tidak terbatas, sesuai kebutuhan," sebut dia.

Dengan begitu, lanjut Yasin, maka tidak ada lagi alasan bagi pemdes untuk abai terhadap warganya.

Sementara itu, warga juga diminta untuk terbuka kepada para pejabat desa jika sewaktu-waktu membutuhkan dukungan berupa fasilitas kesehatan maupun logistik. "Itu (bisa) digunakan untuk support terkait dengan pelaksanaan PPKM di masing-masing desa. Bisa terkait operasional, posko Covid-19, penyediaan Hand Sanitizer, menyediakan masker, vitamin, penyediaan tempat cuci tangan di fasilitas umum atau publik, kemudian penyediaan ruang isolasi, tempat tidur, termasuk logistik bagi warga yang melakukan isolasi mandiri yang ada di desa," katanya.

Sebagai informasi, saat ini pemanfaatan Dana Desa di Jatim sudah mencapai 48,35 persen. "Jawa Timur sendiri sudah mengalokasikan sejumlah 7.724 desa itu mengalokasikan Rp 660,049 miliar dan sampai hari ini sudah digunakan Rp 319,154 miliar atau sekitar 48,35 persen," tandasnya. (nul)

Editor :