KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Idul Adha tahun 2021 ini diperkirakan jatuh pada tanggal 20 Juli mendatang, namun hingga Selasa (13/07) tepatnya seminggu sebelum lebaran, penjualan kambing qurban masih sepi peminat.
[irp]
Hal ini diakui oleh salah satu pedagang hewan Qurban, Shaim Saimun Sholeh yang ditemui di rumahnya, pada Selasa (13/07) siang.
Shaim mengatakan, sampai saat ini penjualan kambing untuk keperluan qurban masih sepi, jika dibandingkan dengan penjualan di tahun tahun sebelumnya.
"Masih sepi ini mas, biasanya seminggu kayak gini sudah banyak yang ngantri pesan," jelasnya.
Pria ramah ini menyebut, pada tahun sebelumnya seminggu sebelum pelaksanaan lebaran qurban, dirinya telah menjual 100 kambing qurban, namun saat ini baru 30%nya saja yang sudah terjual.
Itupun dibeli oleh langganan lama yang selama ini memang sudah memesan kambing qurban dari peternakannya.
"Saya sedianya 150 kambing, biasanya seminggu kurang gini sudah ada 100 pembelian tapi ini paling baru 30%nya saja, sama semua pedagang keluhannya juga sama," ucapnya.
Pihaknya mengakui, sepinya penjualan ini dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah pembatasan di masa PPKM Darurat seperti ini, sebab dengan adanya pembatasan pembatasan maka minat masyarakat menjadi turun.
Selain itu faktor perekonomian yang belum membaik juga menjadi pemicu lain, sehingga tak sedikit masyarakat yang lebih memilih menyimpan uangnya untuk kebtuhan lain.
Shaim berharap, kambing qurban miliknya yang dipatok dengan harga Rp 2.500.000 hingga Rp 5.000.000 per ekor ini masih bisa laku terjual seperti tahun kemarin di H min 3 sebelum lebaran.
"Kalau masalah harga pasti ada kenaikan dibanding tahun lalu, kenaikan paling di angka 200 sampai 300 ribu per ekor," pungkasnya. (bro)
Editor : Iman