KLIKJATIM.Com | Gresik - Pemasangan jumlah Automatic Traffic Counting System (ATCS) atau sistem pengintai di Kabupaten Gresik terus ditambah. Tahun ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik bakal menambah di tiga titik lagi.
Rencananya dipasang di kawasan yang memiliki tingkat potensi kemacetan. Yaitu simpang tiga Jalan Raya Tenger, simpang empat Sentolang dan kawansan Industri Gresik (KIG).
Dengan adanya penambahan ini, maka di Kabupaten Gresik sudah memiliki tujuh unit ACTS. Untuk empat lainnya sudah terpasang di simpang empat Kebomas, simpang tiga SPBU Petrokimia Gresik.
Lalu, di sekitar Bundaran Masjid Agung Gresik dan simpang tiga Terminal Bunder.
[irp]
Kadishub Gresik, Nanang Setiawan menuturkan, semua titik nanti diharapkan bisa terpasang ACTS. Sehingga ke depan program e-tilang bisa dilakukan seperti Kota Surabaya, yang sudah menjadi pilot project.
"Tapi sementara alat ini bisa digunakan untuk meminimalisir pelanggaran lalu lintas (lalin) dan kejahatan jalanan," kata Nanang, kemarin.
Sistem kinerja ATCS seperti CCTV (Close Circuit Television) dan lebih canggih. Karena tidak hanya merekam secara real time, tapi juga bisa melakukan identifikasi jenis kendaraan. Maka, hal ini dinilai cukup membantu mendukung non operasional lalu lintas.
“Seperti identifikasi, pelacakan hingga penanggulangan kejahatan jalanan. Selain itu, dia juga berbasis web yang terhubung sehingga bisa diakses dimanapun,” imbuhnya.
Kabid Kelalulintasan dan Pengendalian Operasional Dishub Gresik, Roni V. Soebiyantoro menambahkan, pemilihan tiga titik yang rencana dipasangan ATCS tahun ini sesuai pertimbangan kondisi arus lalin. Di ketiga titik tersebut memang terpantau sering terjadi kepadatan arus lalin dan potensi kemacetan.
[irp]
"Sehingga dengan alat itu kami bisa memantau secara efektif dan bergerak cepat, jika terjadi kemacetan dengan dibantu anggota kepolisian," terangnya.
Rencananya, pengadaan alat ini dilakukan setiap tahun. Sehingga semua titik bisa terpantau.
"Hanya saja tak bisa dipasang di semua wilayah, melainkan hanya perkotaan," tandasnya. (iz/nul)
Editor : Redaksi