klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gara-gara Reog, Bupati Ponorogo, Dandim dan Kapolres 'Perang'

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Tangkapan layar reog on the road saat sahur yang viral. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)
Tangkapan layar reog on the road saat sahur yang viral. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Unggahan video berupa reog on the road yang digelar di Alun-alun Ponorogo viral di media sosial (medsos). Itu setelah ada beberapa akun yang mengupload video tersebut ke dunia maya. 

[irp]

Salah satunya akun @ponorogo.update. Dalam unggahan itu ada 1 foto dan 4 video dengan berbagai durasi. 

Videonya rata-rata menunjukkan pertunjukkan reog lengkap. Ada 6 dadak merak, jathil dan pemain kendang. Ratusan penonton juga terlihat mewarnai pertunjukan sambil berdesakan. 

Mereka terlihat ada yang mematuhi protokol kesehatan (prokes), ada pula yang tidak. Sebagian disiplin menggunakan masker, dan ada juga yang tidak pakai masker.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengaku kaget. Karena kegiatan saur on the road reogan itu tidak ada koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. 

"Kemarin saya perang dengan Pak Dandim dan Pak Kapolres, wer wer wer diperang medsos dengan Bu Gubernur. Semuanya memang tidak koordinasi dengan Kabupaten," ujarnya setelah apel pengamanan larangan mudik idul fitri di alun-alun Ponorogo, Senin (26/4/2021).

Dan pihak panitia juga tidak berkoordinasi dengan Polres Ponorogo. Bahkan, Kang Giri--sapaan akrab Sugiri Sancoko--menyangka hanya tabuhan gugah sahur biasa. Ternyata sahur on the road. 

"Saya kan ndak lihat. Karena di rumah dinas di belakang. Saya kira cuma tabuhan saja," jelas mantan anggota DPRD Jatim ini kepada media. 

Dia berharap di tengah situasi seperti ini warga lebih ngempet (menahan) tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa. "Sudahlah, ini berhenti tidak baik di situasi seperti ini," tegasnya. 

Nanti ada saatnya seniman reog bisa show seperti sedia kala. Dengan catatan, pandemi Covid-19 sudah mereda dan hilang dari bumi reog. 

Kang Giri berharap kejadian yang diduga dilaksanakan pada Minggu (25/4/2021) dini hari merupakan yang terakhir. "Mudah2an minggu depan sudah tidak ada," urainya.

Sementara Kapolres Ponorogo, AKBP Mochamad Nur Azis menegaskan, bahwa acara kemarin tidak ada izin. "Itu ilegal. Tidak ada izin kepada kami,' pungkasnya. (nul)

Editor :