klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ngeriiii.... Potongan Tangan, Kaki, dan Badan Berserakan di Pinggir Rel KA Trowulan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Petugas Inafis Polres Mojokerto bersama Polsuska memunguti potongan tubuh korban yang diduga bunuh diri di rel KA Trowulan
Petugas Inafis Polres Mojokerto bersama Polsuska memunguti potongan tubuh korban yang diduga bunuh diri di rel KA Trowulan

KLIKJATIM.Com | Mojokerto - Warga Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, digegerkan dengan penemuan sejumlah potongan tubuh manusia pada Jumat (9/4/2021).  Potongan tubuh seperti tangan, badan dan kaki ditemukan di sepanjang 300 meter di tepi rel KA di desa setempat. Tak jauh dari lokasi  ditemukan sepeda motor Kharisma nopol S 6743 AAK milik korban.

[irp]

Potongan tubuh manusia tersebut diduga korban kecelakaan tabrakan dengan kereta api yang melintas. Beberapa potongan tubuh korban tercecer sepanjang 300 meter. Temuan ini dilaporkan ke Polsek Trowulan, Mojokerto. Petugas kepolisian bersama Polsuska dari Stasiun Kereta Api Curah Malang, Kabupaten Jombang kemudian mengevakuasi potongan tubuh tersebut.

Anggota Inafis Identifikasi Satreskrim Polres Mojokerto datang ke lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas dari UDD PMI Kabupaten Mojokerto dibantu relawan mengevakuasi potongan tubuh korban untuk dibawa ke rumah sakit terdekat. 

Tak lama setelah kejadian, polisi berhasil mengidentifikasi korban. Korban merupakan seorang perempuan, bernama Siti Ulifah (32) warga Desa Modongan, Kecamatan sooko, Kabupaten Mojokerto. Itu diketahui dari pengakuan suami korban Juprianto (41).

Menurut Jufri , korban mengeluh tidak bisa tidur sejak satu minggu yang lalu. “Jam 2 (02.00 WIB, red) masih ketemu di rumah. Tidak tahu keluar rumahnya. Tidak mengeluh apa-apa tapi satu minggu ini bilang tidak bisa tidur,” ungkapnya.

Ia mengaku mengetahui jika istrinya tertabrak kereta setelah ada saudara yang rumahnya berada di sekitar lokasi memberitahu. Setelah dicek ternyata benar, meski tubuh korban terpotong-potong namun sepeda motor korban yang ditinggalkan di pos sekitar lokasi merupakan miliknya.

“Saya dikasih tahu saudara, saudara saya rumahnya di dekat sini. Kalau anak sudah besar, dua anak. Satu lulus SMA dan satu masih kelas 1 SMA,” jelasnya. (ris)

Editor :