KLIKJATIM.Com | Surabaya - Menpora Zainudin Amali menyampaikan jika pihaknya bersama PSSI berupaya agar Jatim mendapat perhatian dan ketepatan untuk berbagai kegiatan olahraga.
[irp]
Namun, saat ini pandemi Covid-19 utamanya di Provinsi Jatim masih belum berakhir. Sehingga belum memungkinkan. "Tolong sampaikan pesan ini ke Ibu Gubernur dan Wali Kota Surabaya," ujar Zainudin di Hotel Sheraton, Sabtu (27/3/2021).
Menurutnya, potensi olahraga di Jatim khususnya sepak bola sangat tinggi. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah meliputi gubernur, wali kota dan bupati memiliki gairah untuk sepak bola.
"Kalau demikian, saya pastikan sepak bolanya bakal hidup. Saya yakin sepak bola di Indonesia, diawali dari sepak bola di Jatim. Kalau sepak bola Jatim maju, pasti sepak bola nasional bakal maju," jelasnya.
Zainudin menyebut, sepak bola di Jatim memiliki potensi serta pengaruh yang luar biasa. Terbukti, saat Jatim bakal dijadikan tempat perhelatan Piala Dunia U-20 tahun 2023, yakni di Gelora Bung Tomo serta lapangan-lapangan pendukung lainnya di Jatim.
"Di antara lapangan-lapangan pendukung yang ada di Jatim, menurut saya lapangan di Kabupaten Bangkalan, Madura paling indah di seluruh republik ini karena ada bebek sinjay," cetusnya.
Zainudin berpesan, keberadaan sepak bola di tanah air sangat penting dan memiliki pengaruh di sektor ekonomi. "Informasi dari PSSI dan LIB, setahun kita kehilangan Rp 3 triliun karena sepak bola di tanah air berhenti," tegasnya.
Sebab itulah, ia mengajak semua pemangku kepentingan untuk membangkitkan kembali sepak bola di Indonesia sehingga geliat ekonomi dapat tumbuh. "Masyarakat punya tontonan, stakeholder, pemilik klub, pemain, pelatih dan seluruh yang terlibat di kegiatan sepak bola juga mampu menghidupkan denyut perekonomian," katanya.
Sementara itu, Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono menegaskan jika Pemprov Jatim sangat mendukung seluruh kegiatan cabang olahraga di Jatim untuk terus berprestasi. "Satu hal yang menjadi catatan bahwa Ibu Gubernur mendukung penuh seluruh cabor di Jatim," ujar Heru.
Salah satu bentuk dukungan yang diberikan bagi para atlet di seluruh cabor, kata dia adalah dengan dialokasikannya anggaran secara maksimal kepada KONI Jatim. "Dana yang diberikan cukup besar agar para atlet bisa berprestasi sekaligus menyiapkan agenda PON di Papua," tandasnya. (bro)
Editor : Redaksi