klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pelaku Video Mesum di Pinka Tulungagung Ternyata Warga Sumbergempol, Ngakunya Hanya Berdekatan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Tampak sepasang muda-mudi asal Tulungagung diduga sedang mesum di tempat umum. (Iman/klikjatim.com)
Tampak sepasang muda-mudi asal Tulungagung diduga sedang mesum di tempat umum. (Iman/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Pelaku mesum di kursi taman wilayah kuliner Pinka, yang vidoenya sempat viral di media sosial (medsos) tertangkap. Sepasang kekasih yang sedang dilanda asmara tersebut pun mengakui kesalahannya, serta diminta membuat surat pernyataan menyesal dan berjanji agar tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

[irp]

"Benar, memang yang bersangkutan sudah kita minta membuat surat pernyataan dan meminta maaf atas kekhilafannya," ujar Ketua Karang Taruna Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung, Aditya Nurwardani saat dikonfirmasi, Kamis (18/3/2021).

Diceritakan, begitu video mesum tersebut viral langsung dicari pelakunya. Adit bersama anggota karang taruna yang lainnya berupaya melakukan pendalaman, dengan menelusuri media sosial yang membahas video tersebut.

Hasilnya bisa diketahui pelaku video tersebut. Baru kemudian diketahui alamat dan nomor telpon pelaku.

"Ya, anggota ada yang melihat dan mendalami video di grup-grup itu. Kemudian diketahui orangnya masih berusia 19 tahun dari Kecamatan Sumbergempol," terangnya.

Adit menjelaskan, pihaknya kemudian berkomunikasi dengan pelaku dan mendatangi rumahnya untuk meminta keterangan. Dari hasil komunikasi itu, akhirnha pelaku mengakui semua perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi lagi karena bisa meresahkan masyarakat.

Terutama di lokasi umum. Seperti di wisata kuliner Pinka, yang membentang di Kelurahan Tertek, Tulungagung hingga Sembung tersebut. "Dia itu ngaku di video itu memang dirinya, tapi ndak ciuman. Katanya cuman dekat-dekatan saja. Setelah itu ya mau bikin surat itu, walaupun awalnya sempat ndak mengakui," jelasnya.

Pihaknya berharap, permintaan maaf ini bisa dijadikan pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang lagi. (nul)

Editor :