KLIKJATIM.Com I Jember - Selama awal tahun 2021 telah terjadi pembatalan perjalanan kereta api (KA) di wilayah PT KAI Daop 9 oleh ribuan calon penumpang. Berbagai penyebab dari calon penumpang, tetapi paling banyak disebabkan persyaratan surat swab antigen. Daop 9 menyebut kondisi ini tidak terlepas dari adanya perubahan persyaratan tersebut.
Pelaksana harian (Plh) Manager Humas PT KAI Daop 9 Jember, Radhitya Mardika mengungkapkan, di wilayah Daop 9 ada 4.866 penumpang yang membatalkan keberangkatan. Rinciannya 2.356 penumpang pada Januari, 1.627 penumpang pada Februari dan 883 penumpang sampai 11 Maret lalu. Serta 1.334 penumpang di antaranya gagal berangkat karena tidak melengkapi dengan swab antigen.
“Namun hal ini bisa dimaklumi. Karena saat itu pengumuman dari pemerintah mendadak. Makanya saat Januari angka gagal berangkat tinggi. Namun semakin ke belakang, angkanya semakin rendah,” jelasnya.
Radhit mengungkapkan, ada pula penumpang yang gagal berangkat karena suhu di atas 37,3 derajat selcius. Total selama hampir tiga bulan ini ada 22 penumpang yang tidak bisa berangkat karena hal ini. Meski demikian pihak Daop 9 tidak serta merta langsung mencegah penumpang dengan suhu tersebut untuk berangkat. Karena bisa juga hal ini disebabkan oleh faktor cuaca saat penumpang menuju stasiun.
Dalam hal ini biasanya, usai di cek suhu nya dan terdata dengan angka tersebut, pihak stasiun meminta penumpang untuk menunggu selama lima menit agar faktor panas oleh cuaca hilang. Jika setelah diperiksa lagi, suhu tubuh masih menunjukkan angka tersebut, maka penumpang tersebut diminta untuk pulang dan diminta untuk reschedule ulang dalam waktu 90 hari usai dinyatakan sehat.
“Kami berharap penumpang KA di wilayah Daop 9 termasuk di Pasuruan dan Probolinggo untuk selalu patuh pada aturan. Mulai dari melengkapi dengan swab antigen, memakai masker selama di stasiun dan face shield saat di dalam KA,” pungkasnya. (hen)
Editor : Wahyudi