KLIKJATIM.Com | Surabaya - Oknum Kepala Sekolah SMK Tanwir Surabaya AF (58) belum ditahan. Ada kemungkinan penyidik Polrestabes Surabaya masih perlu menggali bukti-bukti kuat lainnya untuk mengungkap kasus dugaan pencabulan yang dialami oleh ARN (18) siswi kelas XII SMK Tanwir Surabaya.
[irp]
Sebelumnya, AF diperiksa oleh penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya terkaitdugaan perbuatan cabul di ruang kepala sekolah, akhir Desember 2019 lalu. Ini didasarkan pada laporkan S, orang tua korban.Keluar dari ruang pemeriksaan, AF tampak didampingi kuasa hukumnya Khoirul dan dua orang lainnya. Saat itu, AF mengenakan kemeja batik warna cokelat dan bercelana gelap. Kemudian, AF berjalan beriringan meninggalkan Mapolrestabes.
Kurang lebih tujuh jam AF diperiksa penyidik dan selesai sekitar pukul 17.15 WIB. Pemeriksaan yang pertama ini, oleh penyidik AF diberondong 40 pertanyaan terkait perbuatannya.
“Sekitar kurang lebih 40 pertanyaan. Nggak terlalu banyak juga, sih,” kata Khoirul, saat dicegat wartawan di pintu keluar gerbang Mapolrestabes Surabaya.
Khoirul menyebut, dalam kasus ini kliennya akan kooperatif dan akan mengikuti proses hukum sesuai aturan. "Secara spesifik terkait pemeriksaan klien kami menegaskan akan tetap kooperatif mengikuti proses hukum,” ucap Khoirul.
Kasus dugaan pencabulan ini terungkap saat ayah korban pulang dari Jakarta, akhir Februari 2021, setelah setahun meninggalkan tiga anaknya, di rumah.
Baru diketahui, saat anak perempuannya itu diingatkan untuk bersiap mengikuti ujian di sekolah, dua hari akan datang. Sontak, gadis itu murung, dia trauma, mengatakan tidak mau ke sekolah. Mendengar kata sekolah ekspresi wajahnya murung, menangis dan mengurung diri di kamar.
Peristiwa tragis yang menimpa anak kedua dari tiga bersaudara itu bermula akhir Desember 2019. Saat itu, korban menerima pesan WA dari AF untuk datang ke sekolah. Dengan naik gojek korban tiba di sekolah menemui kepala sekolah.
"Anak saya aktif di sekolah selain di OSIS, Pramuka juga Paskib, pastinya dia (korban) loyal termasuk saat memenuhi pesan (WA) itu," kata S, saat berbincang dengan media ini, setelah pelaporan.
Korban yang anak piatu lantaran ibunya sudah meninggal, kemudian diperintahkan masuk ke ruang kepala sekolah. Pintu ruang pimpinan sekolah kemudian dikunci dari dalam, dan kunci dikantongi oleh AF.
Sesuai cerita yang didapat dari anaknya, dua jam anaknya berada di dalam ruang kepala sekolah, dan terjadilah perbuatan tidak senonoh. Kemudian, korban diajak 'jalan-jalan' ke pusat pembelanjaan BG Junction di Jalan Bubutan Surabaya. (bro)
Editor : Redaksi
Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
KLIKJATIM.Com | Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tidak hanya sekadar dokumen kesepakatan…
Tiga Nelayan Jember Hilang Diterjang Ombak, SAR Perluas Pencarian hingga 48 Mil Laut
KLIKJATIM.Com | Jember – Tim SAR gabungan masih mencari tiga nelayan yang hilang setelah Kapal Layar Motor (KLM) Pantes terbalik dihantam ombak di perairan Pa…
HMI Dukung Pemkab Sidoarjo Tertibkan Penjualan Miras dan Cegah Penyebaran HIV/AIDS
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo menyatakan dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memberantas peredaran minuman keras miras…
BLT DBHCHT Gresik Sasar Buruh hingga Petani Tembakau, Masing-masing Terima Rp900 Ribu
KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) dan bantuan p…
Peluang Besar untuk Sampang: Pengembangan Lapangan Hidayah Buka Potensi Jadi Daerah Penghasil Migas
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa…
Penipuan Berkedok Investasi Rugikan Rp 2,4 Miliar, Polres Kediri Tahan Pelaku
Tiga warga Kabupaten Kediri mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan berkedok investasi atau modal kerja. Total kerugian yang mereka laporkan…