Ïni merupakan bentuk dari keseriusan dan keteguhan hati dari para DPC selaku pemegang suara sah untuk memberikan landasan yang kuat terhadap keabsahan. Yakni, terhadap kepengurusan yang sekarang dan bahwa ada penolakan terhadap kegiatan yang dinamakan KLB,” kata Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak usai penandatanganan.
DIkatakan, dalam kontrak disebutkan penolakan kegiatan yang diklaim kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang beberapa waktu yang lalu. Sebab, kegiatan tersebut digelar dengan cara-cara yang ilegal dan tidak memenuhi syarat, seperti tidak diikuti dua per tiga DPD dan satu per dua DPC sebagai pemilik suara yang sah, serta izin Ketua Majelis Tinggi.
“Memang secara redaksional menyebut persis penolakan terhadap kegiatan yang telah terjadi (KLB). Jadi, ini kelanjutan dari apa yang sudah ada sebelumnya (dukungan tertulis),” jelas Emil.
Selain melakukan penandatangan, lanjut Emil, para ketua DPC juga melakukan ikrar dukungan kepada AHY. Kehadiran para DPC ini menjadi bukti tak terbantahkan kalau Jatim solid serta satu komando di bawah nahkoda AHY. “Ini kita kumpul secara fisik pertama kali, artinya hadir bersama di kantor DPD untuk menyampaikan kebulatan tekad pasca kegiatan di Deli Serdang, bahwa kita masih solid di bawah kepengurusan yang sah kepemimpinan hasil kongres 2020 yaitu Pak Agus Harimurti Yudhoyono,” tegasnya.
Hal senada juga diutarakan Plt Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Bayu Airlangga. Menurut dia, hadirnya para ketua DPC ini secara otomatis mementahkan isu atau fitnah keterlibatan DPC di KLB. Sebab, kata Bayu, belakangan ini banyak kabar miring tentang keterlibatan DPC di KLB.
“Ini adalah bentuk keseriusan kami, dan juga agar menghindari fitnah, karena selama ini banyak bertebaran isu dari kubu KLB atau kelompok Pak Moeldoko bahwa Jawa Timur banyak yang mengikuti kegiatan KLB di Deli Serdang. Nah, ini kami buktikan, nyata-nyata pemilik suara sah tunduk patuh dan loyal kepada kepemimpinan mas AHY,” tegas Bayu. (hen)
Editor :
Redaksi