klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Viral Jenazah Probable Covid di Probolinggo Dijemput Paksa Warga dan Diangkut Truk

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Tangkapan layar video warga saat membawa pulang paksa jenazah probable Covid dari RS Wonolangan Dringu
Tangkapan layar video warga saat membawa pulang paksa jenazah probable Covid dari RS Wonolangan Dringu

KLIKJATIM.Com | Probolinggo  - Sebuah video viral di Probolinggo memperlihatkan sekelompok warga masuk ke rumah sakit dan membawa paksa jenazah yang diduga probable  Covid-19 lalu diangkut truk bak terbuka. Kejadian terjadi di RS Wonolangan Kecamatan Dringu,  Kabupaten Probolinggo, Jumat siang (5/3/2021).  

[irp]

Dalam video terlihat puluhan warga mendatangi RS untuk menjemput pasien Covid meninggal menggunakan truk. Aksi jemput paksa pasien meninggal itu terjadi sekitar pukul 11.30. Pasien meninggal itu berinisial Ln, 61 asal Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih. Video aksi jemput paksa pasien meninggal menggunakan truk itu pun beredar di grup-grup whatsapp.

Dalam video itu, puluhan warga tampak sedang menaikkan jenazah meninggal dari RS Wolongan ke truk yang berhenti di tepi jalan raya Dringu. Sebelum mengambil jenazah pasien, puluhan warga itu masuk ke RS lewat pintu depan dan langsung menerobos pintu penjagaan. Karena kebetulan, saat itu tengah jam salat Jumat, sehingga di RS kebanyakan hanya petugas perempuan.

Sekelompok warga pun lantas masuk ke ruang petugas administrasi. Di ruangan itu, sempat ada perusakan dinding dari triplek. Selanjutnya, puluhan warga masuk ke ruang isolasi, tepatnya kamar Asoka 5 di sisi timur RS, tempat pasien meninggal. Disitu, warga pun langsung mengambil paksa dan membawa keluar jenazah dari RS lewat pintu utama.

Kepala Desa (Kades) Lemah Kembar, Hariyanto saat dikonfirmasi membenarkan pasien meninggal di RS Wonolangan Dringu itu warganya. Namun, ia tidak tahu pasti saat kejadian jemput paksa pasien meninggal di RS tersebut.

Menurutnya, warga menjemput Ln, karena menilai pasien meninggal bukan karena covid-19. Warganya yang sudah tua itu, memiliki riwayat sakit jantung dan komplikasi lainnya. Ln disebutkan sudah sering dibawa ke Puskesmas Sumberasih, jauh sebelum Covid-19 ada.

”Baru saja sudah dimakamkan. Proses pemakaman seperti orang meninggal pada umumnya. Karena memang bukan covid-19. Jadi saat dia (Ln) meninggal dan disuruh proses pemakaman protokol covid-19, keluarganya menolak. Keluarga, kerabat jenazah itu datang ke rumah sakit dan bawa pulang untuk dimakamkan biasa,” katanya seperti dikutip radarbromo.

Sementara itu, Direktur RS Wonolangan Dringu, Mariani Indahri mengatakan, pasien Ln, 61, masuk ke RS Wolongan Kamis sore (4/3). Sekitar pukul 18.00, pasien Ln masuk ke ruang isolasi khusus penanganan covid-19. Sebab, saat itu pasien ada gejala sesak dan keluhan yang mengarah pada Covid-19. Untuk tegakkan kewaspadaan pandemi covid-19, dilakukan perawantan intensif di ruang isolasi.

Selain ada keluhan sesak dan gejala Covid-19 lainnya, pasien Ln juga punya riwayat sakit komorbit seperti diabetes dan hipertensi. Hanya saja, hasil tes PCR pasien tersebut belum keluar. Probable mengarah pada Covid-19 dan dilakukan perawatan intensif. Tetapi, tadi (Jumat) sekitar pukul 10.25, pasien meninggal,” katanya. (hen)

Editor :