klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Begini Pemandangan Gedung Grahadi Giliran Gelar Pelantikan 17 Bupati dan Wali Kota

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pelantikan 17 kepala daerah digelar di Gedung Negara Grahadi Surabaya dengan penerapan protokol kesehatan sangat ketat. Pelantikan pun dibagi dalam tiga sesi yakni pagi, siang dan sore.

[irp]

Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan Kepala Daerah di Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, sesi pertama dimulai tepat pukul 09.00 WIB, dilanjutkan sesi kedua pukul 13.00 WIB dan sesi terakhir pada pukul 16.00 WIB.

"Kepala daerah dan wakil kepala daerah dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, semuanya pada Jumat, 26 Februari 2021. Dan dipantau langsung oleh Kemendagri secara virtual," ujar Aries yang juga Kepala BPSDM Provinsi Jatim itu.

Sementara dari pantauan di lapangan, seluruh lokasi di area Gedung Grahadi mulai dari gerbang hingga area pelantikan disterilkan. Bahkan, tim kesehatan dari RS Menur, RSUD dr Soetomo dan RS Paru disiagakan untuk memeriksa para tamu yang akan memasuki area pelantikan.

Tak seperti pelantikan pada sebelum pandemi Covid-19, kali ini masing-masing kepala dan wakil kepala daerah dilarang membawa massa. Sehingga, yang hadir dalam pelantikan ini hanya kepala dan wakil kepala daerah terpilih serta pendampingnya dan 1 orang keluarga. Sementara di luar Grahadi hanya diizinkan untuk 1 orang ajudan kepala daerah dan 1 ajudan wakil kepala daerah.

Sementara itu, di sisi gerbang Grahadi terdapat satu pos pemeriksaan rapid test antigen bagi para tamu undangan. Hingga berita ini diturunkan, seluruh tamu yang hadir dinyatakan negatif Covid-19.

"Sesi pertama ada 80 sasaran yang dirapid antigen, tapi saat ini baru 39 orang tamu yang melakukan rapid antigen dan Alhamdulillah semuanya negatif," ujar Detta pendamping dari Dinkes Jatim, Jumat (26/2/2021).

Ia mengatakan, total sasaran yang akan dirapid antigen yaitu sebanyak 240 orang yang terbagi dalam tiga sesi sesuai dengan jadwal pelantikan yang telah ditentukan.

"Per sesi pelantikan ada 80 orang yang akan dirapid test antigen. Kalau untuk bupati/wali kota tidak usah rapid karena sudah mengikuti swab PCR sehingga saat masuk ke area pelantikan tinggal menunjukkan bukti," terangnya.

Tampak juga satu tempat khusus yang memang disiapkan oleh Pemprov Jatim untuk mengantisipasi jika ada kepala atau wakil kepala daerah yang terdeteksi positif Covid-19. Jika memang positif, maka akan tetap dilantik namun dilakukan secara terpisah di ruangan tersebut lewat aplikasi zoom. (ris)

Editor :